Mendagri Minta Satpol PP Ubah Citra dengan Pendekatan Humanis
Minggu, 21 September 2025 - 18:05 WIB
loading...
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya sikap humanis bagi jajaran Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) dalam menjalankan tugas. Menurut Tito, pendekatan humanis menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mengikis stigma negatif yang selama ini melekat.
Hal itu disampaikan Tito saat memberikan pengarahan pada Rapat Penguatan Kapasitas Satpol PP terkait penegakan Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Kepala Daerah (Perkada), Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB), pengelolaan sampah, serta peran Satlinmas secara virtual, Kamis, 18 September 2025.
"Dengan pendekatan yang lebih humanis, citra Satpol PP akan semakin positif di mata masyarakat, sehingga dukungan publik terhadap tugas mereka juga semakin kuat," ujarnya.
Baca Juga: Cegah Perbuatan Mesum di Taman Langsat yang Buka 24 Jam, Satpol PP Pasang Spanduk dan Patroli Rutin
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menganggap arahan Tito tepat untuk mengubah citra positif Satpol PP. Sebab, selama ini Satpol PP kerap dikaitkan dengan tindakan represif.
"Satpol PP harus mengedepankan pendekatan humanis. Mereka tidak boleh lagi mengutamakan tindakan represif dalam penertiban. Satpol PP harus menjadi sahabat masyarakat di daerah," katanya, Minggu (21/9/2025).
Iwan menambahkan, arahan Mendagri ini merupakan strategi moderat untuk mencairkan hubungan antara aparat dan masyarakat pascademonstrasi pada Agustus lalu. Sikap humanis Satpol PP, menurutnya, akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga ketertiban dengan cara yang lebih bersahabat.
"Strateginya memang harus begitu, agar Satpol PP lebih dekat dengan masyarakat. Namun, mereka juga tetap perlu tegas dan terukur dalam menegakkan disiplin aparatur sipil negara (ASN). Jangan sampai Satpol PP terkesan keras kepada masyarakat, tapi lembek terhadap ASN," tandasnya.
Hal itu disampaikan Tito saat memberikan pengarahan pada Rapat Penguatan Kapasitas Satpol PP terkait penegakan Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Kepala Daerah (Perkada), Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB), pengelolaan sampah, serta peran Satlinmas secara virtual, Kamis, 18 September 2025.
"Dengan pendekatan yang lebih humanis, citra Satpol PP akan semakin positif di mata masyarakat, sehingga dukungan publik terhadap tugas mereka juga semakin kuat," ujarnya.
Baca Juga: Cegah Perbuatan Mesum di Taman Langsat yang Buka 24 Jam, Satpol PP Pasang Spanduk dan Patroli Rutin
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menganggap arahan Tito tepat untuk mengubah citra positif Satpol PP. Sebab, selama ini Satpol PP kerap dikaitkan dengan tindakan represif.
"Satpol PP harus mengedepankan pendekatan humanis. Mereka tidak boleh lagi mengutamakan tindakan represif dalam penertiban. Satpol PP harus menjadi sahabat masyarakat di daerah," katanya, Minggu (21/9/2025).
Iwan menambahkan, arahan Mendagri ini merupakan strategi moderat untuk mencairkan hubungan antara aparat dan masyarakat pascademonstrasi pada Agustus lalu. Sikap humanis Satpol PP, menurutnya, akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga ketertiban dengan cara yang lebih bersahabat.
"Strateginya memang harus begitu, agar Satpol PP lebih dekat dengan masyarakat. Namun, mereka juga tetap perlu tegas dan terukur dalam menegakkan disiplin aparatur sipil negara (ASN). Jangan sampai Satpol PP terkesan keras kepada masyarakat, tapi lembek terhadap ASN," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :