Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Kemenag Luncurkan Program PRIMA Magang PTKI

Jum'at, 20 Juni 2025 - 22:55 WIB
loading...
Perkuat Kompetensi Mahasiswa,...
Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Program PRIMA Magang PTKI di Auditorium Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Program PRIMA Magang PTKI di Auditorium Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025). Program ini merupakan inisiatif Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk meningkatkan kompetensi, karakter, dan daya saing lulusan PTKI sebagai bagian dari transformasi pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan, PRIMA Magang sejalan dengan Asta Protas Kemenag atau delapan program prioritas kementerian, terutama dalam menciptakan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi.

"Program ini sangat relevan karena tujuannya jelas, yakni membangun bangsa melalui peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), serta turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah inti dari seluruh cita-cita bangsa," kata Nasaruddin Umar.

Ia juga menyoroti pentingnya mengubah ekosistem pendidikan tinggi keagamaan agar alumni PTKI mampu bersaing di era modern. Menurutnya, meskipun alumni PTKI kerap dinilai memiliki kelemahan, hal itu justru menjadi kekhasan yang harus dibentuk dalam lingkungan pacu yang lebih kompetitif.

"Alumni PTKI berpikir luas—bukan sekadar mikrokosmos, tetapi makrokosmos, bahkan beyond makrokosmos. Mereka memiliki wawasan mendalam yang berasal dari tradisi pesantren," tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap tawadhu' atau rendah hati yang proporsional. "Jangan minder, tapi juga jangan sombong. Dalam riwayat disebutkan, orang sombong tidak akan mencium bau surga," kata Menag.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amien Suyitno, menjelaskan bahwa PRIMA Magang merupakan jawaban konkret atas tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi berdasarkan data BPS 2023.

"Lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Mereka butuh keterampilan praktis, pengalaman kerja, dan kesiapan mental," katanya.

Program ini dirancang melalui tiga tahapan utama yakni Pre-Internship & Bootcamp: Pelatihan dasar seperti etos kerja, literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga psikotes pemetaan potensi. Kemudian, Internship di Mitra Industri: Mahasiswa akan magang di perusahaan atau instansi selama 2–10 bulan, baik umum maupun berbasis proyek. Lalu, mentorship & Monitoring: Mahasiswa dibimbing langsung oleh praktisi industri dan dosen kampus, dengan sistem evaluasi digital real-time.

"Program ini sistematis, progresif, dan terukur. Kita ingin mahasiswa kita betul-betul siap masuk dunia kerja, bahkan menjadi pionir dalam berbagai bidang," kata Amien.

Direktur PTKI, Sahiron menambahkan, PRIMA Magang juga dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan masa depan, termasuk pemanfaatan teknologi seperti AI. "Alumni PTKI harus memahami aspek ukhrawi tanpa meninggalkan aspek duniawi. Penguasaan AI akan menjadi bekal penting bagi mereka di dunia kerja," ujarnya.

Program PRIMA Magang bersifat nasional dan terbuka bagi seluruh mahasiswa di PTKIN maupun PTKIS. Untuk mempermudah akses, Kemenag telah menyediakan platform digital *Prima Magang PTKIN* yang memfasilitasi pendaftaran mahasiswa, mitra industri, dan perguruan tinggi.

"Hingga pertengahan Juni 2025, sudah tercatat 70 mitra industri bergabung, dengan 1.615 posisi magang tersebar di 26 provinsi dan 328 kabupaten/kota. Lebih dari 160 PTKI dan 350 mahasiswa telah mendaftar," kata Sahiron.

Kemenag menargetkan pada 2029, sebanyak 15.000 mahasiswa akan mengikuti PRIMA Magang, dengan melibatkan 300 mitra industri dan 600 PTKI di seluruh Indonesia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Resmi Berlanjut, Peserta Capai 150 Ribu Orang
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Rekomendasi
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Timnas Iran Pakai Pin...
Timnas Iran Pakai Pin 168 di Piala Dunia 2026, Simbol Korban Tewas Serangan Udara di Minab
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Berita Terkini
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved