alexametrics

Wabah Virus Corona Terus Meluas, Cegah Penyebarannya ke Daerah

loading...
Wabah Virus Corona Terus Meluas, Cegah Penyebarannya ke Daerah
Foto/Ilustrasi/Koran SINDO
A+ A-
JAKARTA - Dalam tempo cepat virus corona (Covid-19) telah menyerang hampir seluruh wilayah Indonesia. Guna mengantisipasi dampak negatif yang makin luas, dibutuhkan langkah taktis dan berani para pimpinan daerah untuk membuat kebijakan baru yang lebih strategis.

Dalam situasi krisis seperti ini terobosan-terobosan kebijakan menjadi penting guna mempercepat respons pemerintah atas dinamika yang muncul di tengah masyarakat, baik aspek penanganan medis, ekonomis, sosial, dan sebagainya. Jika memungkinkan aturan birokrasi yang prosedural pun diubah menjadi lebih praktis demi kebutuhan lapangan yang berubah-ubah cepat. Untuk menghasilkan terobosan yang strategis ini, para pemimpin daerah sudah semestinya bertindak di atas aspek kemanusiaan atau kepentingan bersama serta mengesampingkan ego politisnya.

Hingga kemarin, merujuk data yang dirilis Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yuniarto, grafik kasus positif corona di Indonesia terus melonjak tajam. Total ada 790 kasus positif sejak pemerintah pertama kali menetapkan kasus positif pada 2 Maret lalu. Dari jumlah itu, 58 orang meninggal dunia dan 31 orang dinyatakan sembuh.



Dari data terbaru juga diketahui bahwa virus corona telah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tercatat sudah ada 24 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia yang terpapar. Kasus terbaru antara terdapat di Papua, Maluku, dan Maluku Utara. (Baca: Di Tegah Wabah Corona, Beredar Surat dari Siti Fadilah Supari untuk Jokowi)

Belum terkendalinya sebaran virus corona hingga menyebar ke berbagai daerah ini membuat banyak pihak prihatin. Dorongan agar para pimpinan daerah bertindak cepat telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menggelar video conference dengan para gubernur, Selasa (24/3/2020).Dalam kesempatan itu Jokowi memberi kelonggaran kepada kepala daerah untuk membuat kebijakan demi menyelamatkan rakyat. Yang penting, tandas Jokowi, kebijakan daerah harus satu visi dengan pusat dan dihitung secara matang dampak-dampaknya. ”Saya minta setiap kebijakan-kebijakan yang ada di provinsi semuanya dihitung baik dampak dari kesehatan dan keselamatan rakyat kita maupun dampak sosial ekonomi yang mengikutinya," kata Jokowi.

Dia mengatakan, tiga patokan yang menjadi prioritas setiap kebijakan yang diambil adalah harus mempertimbangkan aspek keselamatan, disusul dengan bantuan sosial, dan dampak ekonomi.

Hingga kini sebagian daerah telah membuat kebijakan taktis menghadapi situasi terkini di wilayahnya. Kota Bogor, misalnya, membuat kebijakan baru perpanjangan masa sekolah di rumah hingga 11 April mendatang. Keputusan terbaru ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Bogor yang ditandatangani Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Selasa (24/3/2020). Seperti diketahui, kasus corona di Kota Bogor telah dinyatakan dalam kejadian luar biasa (KLB). Bahkan Wali Kota Bogor Bima Arya juga dinyatakan positif terpapar virus yang berasal dari China tersebut. “Kebijakan perpanjangan masa belajar ini berlaku untuk pelajar mulai tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK, baik formal maupun nonformal,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin.

Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa pun membuat kebijakan agar kegiatan resepsi pernikahan ditunda dan hanya dianjurkan untuk menggelar akad nikah dengan mengundang orang yang sangat terbatas. Imbauan Khofifah ini efektif. Kemarin pasangan Yavuz Ozdemir, WNA asal Turki, dan Irra Chorina Octora asal Candi Lontar Surabaya, serta pasangan Amal Fatchullah dari Perum Griya Surabaya dan Diana Anggraini dari Benowo Sawah Pakal Surabaya sepakat hanya menggelar akad nikah dengan menghadirkan keluarga dekat yang sangat terbatas. Atas kesediaan dua pasangan ini menunda resepsi, keduanya kemarin diundang khusus Khofifah ke Grahadi atau Kantor Gubernur Jatim.

Sejumlah kalangan swasta atas inisiatif sendiri juga membuat kebijakan strategis demi membantu menghentikan sebaran virus. Seperti dilakukan tiga pusat perbelanjaan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yakni Nipah Mall, Mal Ratu Indah (MaRI) dan Phinisi Point yang mengumumkan secara resmi tutup sementara hingga 5 April mendatang. Langkah positif ini perlu menjadi contoh pihak-pihak lain sebagai upaya dan kesadaran bersama melawan sebaran virus ini.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga mengurangi jumlah perjalanan kereta api hingga 19,4%. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sesuai dengan arahan pemerintah dalam rangka menekan penyebaran virus corona. “KAI mengurangi perjalanan 103 perjalanan KA per hari mulai 2 April 2020, sehingga jumlah perjalanan KA per harinya turun dari 532 KA menjadi 429 KA per hari,” ujar VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan di Jakarta kemarin.

Melihat begitu cepatnya sebaran virus ke berbagai daerah di Indonesia, anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah membuat langkah baru yang taktis. Sebab, pemerintah saat ini sudah mengetahui peta dan zona persebarannya. Zona persebaran itu harus dijaga agar tidak semakin melebar dan meluas.

Menurut Saleh, saat ini local transmission juga sudah terjadi. Artinya, penyebarannya sudah terjadi di antara warga negara sehingga potensi tersebar ke berbagai daerah sangat besar. Yang menjadi persoalan, Indonesia memiliki banyak keterbatasan seperti tenaga medis, alat kesehatan, masker, dan alat pelindung diri (APD). ”Jika tersebar ke daerah, ini pasti akan menjadi sangat kompleks. Karena itu, segala cara mesti dilakukan untuk menganalisasi agar tidak tersebar ke daerah-daerah,” desaknya. (Baca juga: Putus Mata Rantai Corona, Pemeritah Harus Paksa 80% Masyarakat di Rumah)

Dia meminta pemerintah semestinya dapat mengunci pintu keluar masuk masyarakat dari dan ke kota-kota yang dinyatakan terpapar. Harapannya, orang-orang dari kota yang terpapar seperti Jakarta, tidak keluar dari Jakarta dan secara tidak sengaja menyebarkannya di daerah.

Butuh Kerja Sama Relawan

Di tengah keterbatasan yang dihadapi pemerintah saat ini, dibutuhkan pelibatan berbagai pihak untuk bersama-sama menanggulangi virus ini. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Doni Monardo mengakui kehadiran relawan sangat penting untuk membantu penanganan virus. “Tim relawan ini sangat penting bagi kami hari ini, karena konsepsi dalam penanganan mengatasi wabah Covid-19 ini pemerintah tidak mungkin berdiri sendiri,” tegas Doni dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, kemarin. (Baca juga: DKI SIapkan SejumlahSkenario Jika Jumlah Asien Corona Terus Melonjak)

Karenanya, kata Doni, penggunaan metode pentahelix berbasis komunitas menjadi ujung tombak dalam terselenggaranya program yang telah disiapkan gugus tugas ini. “Siapa saja yang ada dalam pentahelix ini? Terdiri atas pemerintah, pemerintah pusat didukung oleh seluruh institusi pusat baik di pusat maupun di daerah,” ucapnya.

Tak hanya itu, wilayah ini juga membutuhkan peran TNI, Polri, akademisi, peneliti, periset termasuk juga peran dari dunia usaha. “Demikian juga komunitas, terutama dari kalangan relawan sendiri, termasuk tokoh-tokoh masyarakat tokoh agama, budayawan dan terakhir adalah partisipasi dari kawan-kawan media sekalian,” tambah Doni.

Doni mengatakan, khusus untuk peran para usahawan ini sangat dinantikan donasinya bagi terselenggaranya upaya-upaya pencegahan serta penanganan virus ini. “Termasuk kami prioritaskan untuk mendukung tenaga medis, tenaga kesehatan, para dokter, para perawat, juga para pekerja di rumah sakit, termasuk pengemudi ambulans,” ungkapnya. (Kiswondari/Abdul Rochim/Binti Mufarida/Haryudi/Marhawanti Sehe/Faisal Mustafa/Rina Anggraini/Lukman Hakim)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak