alexametrics

UN Dihapus karena Virus Corona, Begini Reaksi Orangtua Siswa

loading...
UN Dihapus karena Virus Corona, Begini Reaksi Orangtua Siswa
Pemerintah menghapus pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SD hingga SMA tahun ini. Kebijakan itu diambil mempertimbangkan alasan kesehatan siswa di tengah ancaman wabah Corona. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah memutuskan menghapus pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 untuk siswa SD hingga SMA. Kebijakan itu diambil mempertimbangkan alasan kesehatan siswa di tengah ancaman wabah Corona.

Bagaimanakah reaksi masyarakat, khususnya orangtua siswa menanggapi kebijakan tersebut?

Winhar, warga Kelurahan Setu Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur menilai penghapusan UN merupakan langkah baik karena bisa mengurangi risiko siswa tertular Corona.



Namun dia masih bingun bagaiamana cara pemerintah dalam menentukan kelulusan siswa. "Kalau saya setuju karena untuk menjaga kesehatan anak-anak. Tapi buat kelulusannya nanti bagaimana? Faktor ke anaknya itu," kata Winhar saat ditemui di lokasi, Selasa (24/3/2020).

Anak Winhar bersekolah di MTS 7 Ciracas yang tahun ini harus mengikuti UN. Menurutnya, jika hanya dilihat dari nilai rapor belum bisa menentukan siswa untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di sekolah favorit.

"Kalau lihat dari berita, nanti kelulusan itu berdasarkan nilai rapor. Maksudnya jenjang ke depannya anak-anak bagaimana kalau UN ditiadakan, untuk memilih sekolah favorit bagaimana?" ungkapnya.

Dia berharap ditiadakannya UN tidak malah mengorbankan standar kualitas pendidikan itu sendiri.

Menurut dia, pemerintah harus memberikan jaminan siswa yang tahun ini tidak mengikuti UN dapat lulus semua dan melanjutkan ke sekolah favorit sesuai prestasinya.

"Anak saya ujian tahun ini, kelas 9 mau ke SMA. Kalau berdasarkan nilai rapor bagus, tapi standar penerimaan dari SMA kan belum tahu bagaimana mekanismenya. Nanti malah asal 'main tembak-tembak' saja kan kasihan ke anak muridnya," ujarnya. (Baca juga: Ujian Nasional Dihapus, Sekolah Bisa Gelar Ujian Online)

Sementara itu Jasamudin, warga Kelurahan Setu Kecamatan Cipayung Jakarta Timur tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang meniadakan UN. Menurutnya, lebih baik pelaksanaan UN diundur dulu.

"Kalau ditiadakan nanti hasil anak-anak belajar bagaimana, apakah bisa lulus semua?" kata Jasamudin.

Dia menuturkan, jika UN ditiadakan bagaimana guru-guru memberikan nilai yang objektif. Jangan sampai pemeberian nilai bagi siswa ini memakai cara yang curang.

"Kalau ditiadakan enggak masuk akal, ngapain anak-anak disuruh belajar dirumah. Sudah saja dari awal ujian ditiadakan, murid-murid lulus semua," ucapnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak