alexametrics

Pemprov Jawa Tengah Terbaik dalam Mengimplementasikan Kearsipan Nasional

loading...
Pemprov Jawa Tengah Terbaik dalam Mengimplementasikan Kearsipan Nasional
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri Rakornas Pengawasan Kearsipan yang diselenggarakan oleh ANRI di The Sunan Hotel, Solo, Rabu (26/2/2020). FOTO : Dok Humas Pemprov Jateng
A+ A-
SOLO - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) memberikan apresiasi atas Kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam mengimplementasikan kearsipan nasional. Yakni dengan memberikan penghargaan kepada Pemprov Jateng sebagai yang terbaik dalam hal kearsipan.

Hasil pengawasan kearsipan nasional menyebutkan, Jawa Tengah berhasil meraih skor 79,73 dengan kategori sangat baik. Skor ini menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi terbaik dalam hal kearsipan, mengungguli Jawa Barat yang meraih skor 76,70 dan DKI Jakarta dengan skor 76,65.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di The Sunan Hotel, Rabu (26/2/2020).



Menpan-RB mengapresiasi Pemprov Jawa Tengah yang bertindak cepat dalam mendigitalisasi data warganya. Menurut Tjahjo, langkah ini harus ditiru oleh pemerintah daerah lainnya.

“Pak Ganjar (Gubernur Jateng) adalah salah satu gubernur yang proaktif. Begitu terima surat dari ANRI langsung ditindaklanjuti. Meski anggarannya terbatas, tapi Jawa Tengah termasuk lembaga yang cepat menerapkan digitalisasi. Yang penting tujuannya, ketika masyarakat membutuhkan data, pemerintah bisa memberikan dengan cepat,” kata Tjahjo Kumolo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, penerapan digitalisasi sangat membantu instansi pemerintahan yang dipimpinnya melakukan efisiensi anggaran dan waktu. Digitalisasi arsip juga memudahkan pekerjaan pemerintahan, terlebih ketika terjadi kejadian luar biasa seperti merebaknya virus SARS beberapa waktu lalu, yang menyebabkan perekonomian lumpuh.

“Ketika terjadi SARS dulu, ekonomi yang lumpuh itu apa? Corona ini kan mirip. Kalau arsip kita bagus, kita bisa recall. Buka lagi, belajar dari situ untuk recovery. Jangan-jangan banyak hal kita sudah punya cara, alat dan metode, tapi karena arsipnya buruk maka kita merasa tidak punya. Maka kita jadi mengulang-ulang dan itu boros di anggaran,” kata Ganjar.

Pihaknya juga mendorong masyarakat agar mendigitalisasi data pribadi seperti KTP, KK, akte kelahiran, ijazah pendidikan, sertifikat aset dan dokumen penting lainnya. Harapannya, ketika terjadi bencana maupun kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran, pencurian dan pencopetan, masyarakat dapat mengurusnya dengan mudah.

Untuk menunjang pengarsipan tersebut, Pemprov Jateng memberikan fasilitas berupa aplikasi Arsip Elektronik Masyarakat (Arsip Emas). Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis di Google PlayStore dan penggunaannya cukup mudah.

“Masyarakat cukup memotret dokumen kependudukannya lalu diunggah di cloud. Aplikasinya diproteksi dengan password yang hanya diketahui penyimpan data jadi aman. Aplikasinya simpel kok. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama, maka saat ini semua harus beralih ke digital,” tandasnya.
(atk)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak