alexametrics

Kementerian PPPA Terjunkan Tim Pemulihan Psikologi Korban Insiden Susur Sungai

loading...
Kementerian PPPA Terjunkan Tim Pemulihan Psikologi Korban Insiden Susur Sungai
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menerjunkan tim pemulihan psikologi insiden susur sungai ke SMP Negeri 1 Turi, Sleman dI Yogyakarta. Foto/SINDOnews/Binti Mufarida
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menerjunkan tim pemulihan psikologi insiden susur sungai beberapa waktu lalu. Tragedi ini menyebabkan sebanyak 10 siswi SMP Negeri 1 Turi, Sleman dI Yogyakarta, meninggal dunia akibat terseret arus sungai.

Hal ini diungkapkan Asisten Deputi bidang Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi, Ciput Eka Purwianti melalui keterangannya kepada SINDOnews, Rabu (26/2/2020). (Baca juga: Ini Alasan Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Susur Sungai Maut)

“Kedatangan kami untuk menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa anak-anak SMPN 1 Turi, Sleman. Kami mengapresiasi upaya semua tim yang terlibat dalam penanganan kejadian ini,” ujar Ciput saat melakukan kunjungan ke SMP 1 Turi.



“Kami memastikan tim yang terlibat memberikan perlindungan dan pendampingan secara optimal bagi anak dan keluarga korban melalui dukungan psikososial hingga mereka kembali pulih,” sambung Ciput.

Selain itu, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi, Valentina Ginting meminta kepada seluruh tenaga pendidik dan orang dewasa lainnya untuk mengutamakan keselamatan anak saat melaksanakan kegiatan di luar ruang.

Hal ini, kata Valentina, dapat dilakukan melalui pelatihan mitigasi untuk meminimalisir bahkan meniadakan risiko yang membahayakan anak. “Anak harus benar-benar diawasi, dalam kondisi tersebut satu pendamping setidaknya bertanggungjawab mengawasi lima anak, khususnya dalam kegiatan di luar sekolah dengan jumlah siswa yang luar biasa banyak,” tegasnya.

Tim Kementerian PPPA bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman juga mendatangi rumah duka korban untuk memberikan dukungan moril kepada orangtua dan keluarga korban. (Baca juga: Mendikbud Nadiem Sampaikan Belasungkawa Atas Insiden Susur Sungai SMPN 1 Turi)

Saat ini, DP3AP2KB Kabupaten Sleman telah melakukan pendampingan psikologis pasca bencana pada siswa-siswi penyintas dengan melibatkan 40 relawan anak yang berasal dari Forum Anak, PIK-R, dan Saka Bencana yang sebelumnya diberi pembekalan psikoedukasi dari HIMPSI.

“Kami juga telah membentuk Sekretariat Bersama Perlindungan Anak pasca musibah yang memberikan layanan dukungan psikososial dan kesehatan. Selain itu, bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) DIY dan Ikatan Psikologi Klinis (IPK), melibatkan 40 psikolog dan 80 mahasiswa dari UGM, UII, UNY, UAD untuk melakukan assesment dan pendampingan psikososial kepada para anak, orangtua korban dan guru,” ungkap Kepala DP3AP2KB, Mafilindati Nuraini.

UPTD PPA Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Puskesmas Kabupaten Sleman juga telah membuka Posko Pendampingan dan Konseling 24 jam di Puskesmas Kecamatan Turi. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa kondisi psikologis anak penyintas berbeda satu sama lain. Sebagian besar masih terguncang dan memerlukan bantuan psikologis lebih lanjut. (Baca juga: Ini Daftar Korban Tragedi Susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Sleman)

Pihak SMPN 1 Turi, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan juga telah melakukan cek kesehatan kepada semua penyintas untuk memastikan semua penyintas telah diperiksa kondisi kesehatan fisik dan psikisnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak