alexametrics

Saat Anggota DPR Benny Harman Mencecar Menkumham Soal Harun Masiku

loading...
Saat Anggota DPR Benny Harman Mencecar Menkumham Soal Harun Masiku
Menkumham Yasonna Laoly. Foto/Dok SINDO
A+ A-
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Benny Kabur Harman mencecar Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly terkait Harun Masiku dalam rapat Komisi III DPR dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Awalnya, Benny menanyakan dari mana data salah satu media massa yang menyebutkan Harun Masiku tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada 7 Januari 2020.

"Dari CCTV, bukan dari sistem," jawab Yasonna Laoly di Ruang Rapat Komisi III DPR Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Kemudian, Benny yang merupakan politikus Partai Demokrat itu menanyakan apakah data salah satu media massa itu benar atau tidak. "Oh betul, CCTV-nya, Pak," kata Yasonna.



Kemudian, Benny kembali mengklarifikasinya. "Jadi pada saat itu Masiku sudah di sini?" ujar Benny Harman.

"Sudah, benar," singkat Yasonna.

Lalu, Benny menanyakan apakah pernyataan Yasonna Laoly yang menyebutkan Harun Masiku masih berada di luar negeri. Namun, Yasonna keukeuh tidak merasa bersalah.

"Oh ya benar, bahwa pernyataan saya itu benar bahwa karena diperiksa di sistem kita belum karena dia stuck di PC konter datanya," kilah Yasonna.

"Saya paham, Pak Menteri. Jadi menurut alat, saya percaya, itulah pentingnya alat. Sesuai dengan informasi di sistem itu, dia belum masuk, kan begitu, Pak?" ujar Benny Harman.

Namun, Yasonna membantah. Yasonna menjelaskan data kepulangan Harun Masiku tidak terkoneksi ke server lokal. "Saya mengerti, Pak, ini memang butuh kecanggihan intelektualitas agak tinggi untuk memahami ini. Pak Menkumham tadi kan mengatakan bahwa informasi dan pengumuman kepada publik bahwa Masiku belum masuk itu kan dari alat tadi yang belum dikonekkan ke server tadi," ujar Benny.

Di sisi lain, kata dia, sebuah media massa mengungkapkan Harun Masiku sudah berada di Tanah Air berdasarkan CCTV bandara. "Kan begitu, Pak. Pak menteri tidak salah, hanya alat informasinya Pak Menteri relay on alat tadi, sedangkan Tempo pada CCTV. Itu saja bedanya," kata Benny. (Baca juga: Soal Harun Masiku, Menkumham Ngaku Apes).

Yasonna pun menjelaskan bahwa data CCTV itu berada di Angkasa Pura, bukan di Imigrasi. "Supaya jelas. Jadi data Angkasa Pura menunjukkan, mereka (Tempo-red) memungkinkan ke Angkasa Pura minta. Pada hari Minggu bahkan Kemenkumham melalui Kakanwil Imigrasi meminta ke, meminta dokumen CCTV ke Angkasa Pura tidak diberikan dengan alasan libur kerja," kata Yasonna.

Benny pun mengusulkan agar pihak Angkasa Pura dipanggil untuk dimintai keterangannya. "Yang benar itu mana. Jangan sampai nanti, masak Angkasa Pura sama Pak Dirjen ini kan dilihatnya begitu. Itu yang saya bilang ada dua-dua Dirjen Imigrasi, ya kan," pungkasnya. (Baca juga: Ketua KPK Akui Tidak Mudah Cari Harun Masiku).
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak