Dugaan Korupsi Pertamina, Sudirman Said: Game Sama, Pemain Berbeda

Jum'at, 28 Februari 2025 - 06:44 WIB
loading...
Dugaan Korupsi Pertamina,...
Menteri ESDM periode 2014-2016, Sudirman Said mengaku mendengar istilah terkini terkait fenomena pergantian mafia baru di Pertaminan tapi dengan praktik culas yang sama. FOTO/DOK.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri ESDM periode 2014-2016, Sudirman Said buka suara terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero). Menurutnya, Pertamina berani melakukan dugaan korupsi itu karena ada pihak yang melindungi.

"Yang lebih penting adalah tidak mungkin teman-teman di Pertamina itu berani melakukan itu tanpa perlindungan politik dari para pihak yang punya kekuasaan," kata Said dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Kamis (27/2/2025).

Dia mengaku mendengar istilah terkini, perihal fenomena pergantian mafia baru tapi dengan praktik culas yang sama.

"Sekarang ada istilah game-nya sama, pemainnya berbeda, gitu ya. Tapi memang saya merasakan pada waktu bersih-bersih itu justru dari pemberi tugas kelihatan ragu-ragu di tengah jalan itu, hampir saja dibatalkan, dan apakah kemudian muncul satu varian baru atau generasi baru dari mafia saya tidak tahu," tuturnya.



Pada kesempatan itu, Sudirman Said juga menceritakan ketika Joko Widodo (Jokowi) yang kala itu menjabat sebagai presiden menanyakan kepadanya cara memberantas para mafia migas. Dia menyebut pemberantasan mafia ini bukan sekadar permalasahan teknis.

"Pertemuan saya dengan presiden adalah 26 Oktober 2014, secara eksplisit mengatakan, presiden mengatakan 'bagaimana caranya mengatasi mafia' dan saya katakan kepada beliau, pak presiden urusan mafia dan energi ini bukan urusan teknis tapi urusan pemimpin negara. Saya sengaja mengatakan begitu," ujarnya.

Ucapannya pun terbukti ketika menjabat sebagai menteri dan melakukan penindakan terhadap para mafia ini, ada saja pihak-pihak yang mencoba mencari perlindungan. Namun kata dia upaya dari para mafia ini gagal.

Baca juga: Kejagung Duga Kerugian Negara Akibat Korupsi di Pertamina Lebih Rp193,7 Triliun

"Karena nanti begitu ditertibkan pasti para pihak itu akan datang kepada presiden dan meminta semacam perlindungan dan itu terbukti ketika pada waktu saya meneruskan audit Petral, hampir saja kejadian meminta untuk mengurungkan atau menghentikan proses itu karena memang desakan dari para pihak itu sangat kuat," pungkasnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejagung: Proyek Motor...
Kejagung: Proyek Motor Listrik BGN Rp1 Triliun Jatuh ke Vendor yang Tak Penuhi Syarat
Terbitkan Sprindik Baru,...
Terbitkan Sprindik Baru, KPK Kembangkan Kasus DJKA Sumatera
KPK Sebut Sudewo Bakal...
KPK Sebut Sudewo Bakal Jalani Persidangan di Pengadian Negeri Semarang
KPK: Bupati Pekalongan...
KPK: Bupati Pekalongan Ancam Berhentikan Pegawai Outsourcing Jika Tak Mendukung
Aktivis hingga Eks Pimpinan...
Aktivis hingga Eks Pimpinan KPK Serahkan Amicus Curiae Perkara Korupsi Chromebook
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi DJKA, KPK Telusuri Penyerahan Fee ke Pihak Kemenhub
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Rekomendasi
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik: Marselino dan Ole Romeny Ujung Tombak
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Infografis
KPK Usut Dugaan Korupsi...
KPK Usut Dugaan Korupsi Pembelian Tanah Program DP 0 Rupiah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved