alexametrics

Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Alat Ukur Kinerja Menteri Harus Jelas

loading...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Alat Ukur Kinerja Menteri Harus Jelas
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan yang menjadi persoalan mendasar dalam reshuffle kabinet ukuran tidak jelas. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perombakan atau reshuffle kabinet dinilai sebuah keniscayaan. Akan tetapi, indikator yang digunakan dalam melakukan reshuffle kabinet dipandang sangat penting.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan yang menjadi persoalan mendasar dalam reshuffle kabinet ukuran tidak jelas. Siapa yang kompeten mengevaluasi kinerja para menteri tersebut. (Baca juga: Bidang Ekonomi dan Hukum Dinilai Perlu Jadi Prioritas Reshuffle Kabinet)

"Kalau dulu kan ada namanya di era SBY evaluasi tim Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), yang berwenang mengevaluasi dan memberikan lapor merah kementerian. Walaupun tidak hanya itu alat ukurnya, ada pertimbangan lainnya dari presiden," ujarnya ketika dihubungi SINDOnews, Senin (24/2/2020)



"Sekarang kan kita pusing juga, bagaimana cara menilainya, alat ukurnya seperti apa, Key Performance Indicator (KPI) kan enggak ada, hanya berbasis asumsi, persepsi dan ilmu kira-kira berdasarkan selera dan statemen publik semata," sambungnya.

Dia melanjutkan bisa juga menteri populis dan sering tampil di media dianggap berkinerja bagus. Sementara publik tidak mengetahui juga bagaimana menteri yang kurang banyak tampil di panggung depan namun berkinerja bagus. (Baca juga: Reshuffle Kabinet Jadi Momen Pertaruhan Kewibawaan Presiden Jokowi)

"Kurang terkenal karena memang jarang sekali membuat tingkah laku/perilaku politik kontroversial, ini yang model begini bagaimana cara menilainya," jelasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak