alexametrics

Jokowi Ceritakan Kenangannya Pernah Tinggal di Aceh 30 Tahun Silam

loading...
Jokowi Ceritakan Kenangannya Pernah Tinggal di Aceh 30 Tahun Silam
Presiden Jokowi disambut Ketua Pembina Yayasan Sukma Bangsa Surya Paloh saat acara Kenduri Kebangsaan Kabupaten Bireuen, Aceh. FotoSINDOnews/abdul rochim
A+ A-
ACEH - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Aceh menghadiri acara Kenduri Kebangsaan yang digelar Forum Bersama (Forbes) anggota DPR/MPR dan DPD asal Aceh bekerja sama dengan Yayasan Sukma Bangsa di Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2/2020). (Baca juga: Jokowi Ceritakan Kenangannya Pernah Tinggal di Aceh 30 Tahun Silam)

Dalam pidatonya, Jokowi menceritakan kenangannya 30 tahun silam bahwa dirinya pernah tinggal di bumi Serambi Mekkah. "Antara 1986 sampai 1988, saya tinggal di Aceh yakni di Lhokseumawe dan di Bener Meriah. Jadi saya tahu, daerah ini memiliki potensi besar dan merupakan daerah modal. Selain karena alasan historis perjuangan kemerdekaan Indonesia, juga karena kaya akan sumber daya alam serta sumber daya manusianya," tutur Jokowi.

Karena itu, dirinya mengajak masyarakat Aceh untuk bersama membangun Aceh, juga Indonesia. "Kita tentu masih ingat tarian yang dipentaskan pada pembukaan Asean Games 2018 lalu, tarian Ratoh Jaroe dari Aceh yang membuat seluruh negara kontingen berdecak kagum dan memberikan apresiasi. Tarian yang sangat dinamis dan menggambarkan budaya Aceh. dinamis, toleran, ke-Islam-an dan kemaritiman," katanya.



Karena itu, Jokowi mengajak rakyat Aceh untuk bersatu, mulai dari masyarakatnya, pemda, pemprov hingga pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan yang ada di bumi Aceh. "Kalau ada persoalan kecil, jangan dibesar-besarkan. Kalau ada persoalan yang bisa diselesiakan, ayo selesaikan," katanya.

Jokowi mengaku sangat menghargai acara Kenduri Kebangsaan tersebut. "Dulu waktu saya di sini, sering diundang untuk (menghadiri) kawinan ada kendurinya. Kenduri kalau di sini kanuri ya? Kanuri mekawen, kanuri syukuran, jadi saya masih ingat. Gak tahu nanti saya diajak kenduri atau nggak," katanya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Sukma Bangsa Surya Paloh mengatakan, Jokowi bukan orang asing di Bumi Aceh karena pernah makan dan tinggal di Bumi Aceh sehingga mengerti budaya Aceh. "Bapak punya hati yang murni. Biarkanlah kalau ada salah pemahaman, salah pengertian sedikit. Ini momen kita tunjukkan bukan Jokowi sembarang Jokowi, tapi Jokowi milik Aceh dan Indonesia," kata politikus dan pengusaha asal Aceh ini.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak