alexametrics

Usai Sertijab, Aan Kurnia Ungkap Tiga Tantangan Bakamla

loading...
Usai Sertijab, Aan Kurnia Ungkap Tiga Tantangan Bakamla
Bakamla menggelar Sertijab dari Kepala Bakalamla Laksdya Ahmad Taufieqoerrohman kepada Kepala Bakamla yang baru, Laksdya Aan Kurnia di Mabes Bakamla. (Foto/Rakhmatulloh/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Badan Keamanan Laut (Bakamla) menggelar serah terima jabatan (Sertijab) dari Kepala Bakalamla Laksdya Ahmad Taufieqoerrohman kepada Kepala Bakamla yang baru, Laksdya Aan Kurnia di Mabes Bakamla, Menteng, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

(Baca juga: Jokowi Harap Bakamla Jadi Cikal Bakal Coast Guard Indonesia)

Usai sertijab, Aan menyatakan, tugas Bakamla ke depan cukup berat. Namun hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya untuk meneruskan tugas yang ditinggalkan oleh Taufiq.



"Saya beserta seluruh tim saya, bakamla ini nanti akan mencoba menanggulangi permasalahan-permasalahan ini," ujar Aan di lokasi.

Aan menyebut ada tiga tantangan yang dihadapi Bakamla ke depan. Pertama, adalah tantangan kepentingan nasional berkaitan dengan maritim agar menjadi perhatian serius. Contohnya, masalah Natuna yang menjadi perbincangan publik.

"Ini yang merupakan tantangan titik awal saya untuk bergerak di sini. Yang pertama masalah kehadiran di laut. Ini nanti akan saya tingkatkan di daerah spot area, tidak di semua area tapi di beberapa area yang memang perlu kita hadirkan di sana," ungkapnya.

Yang kedua, masalah sinergi dengan lembaga atau stakeholder juga penting untuk ditingkatkan. Dalam hal ini, Aan mengaku sudah berdiskusi dengan Taufiq untuk meningkatkan sinergitas tersebut.

"Yang ketiga, masalah SDM, SDM tadi sudah disinggung juga betul, ini kurang. Kemudian jumlah masalah alutsista ini masih kurang. Tapi ingat dengan sinergi ini saya bisa mengatasi ini tentunya dengan strategi nanti yang akan saya laksanakan," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak