alexametrics

Siswa Australia Nyanyi 'Abang Tukang Bakso', Dubes: Ada Lagu soal Rendang?

loading...
Siswa Australia Nyanyi Abang Tukang Bakso, Dubes: Ada Lagu soal Rendang?
Siswa Scotts Head Publik School bersama-sama menyanyikan lagu berjudul Abang Tukang Bakso. Aksi mereka menjadi perbicangan di media sosial. Foto/Twitter
A+ A-
JAKARTA - Aksi para siswa sekolah dasar di Australia yang menyanyikan lagu anak-anak berjudul Abang Tukang Bakso meramaikan media sosial (medsos).

Dalam video yang tersebar di media sosial Twitter, para siswa terdengar fasih menyanyikan lagu anak-anak yang populer di awal tahun 1990 ini. Rekaman Video itu menjadi perbincangan penghuni jagad medsos. Beragam komentar pun disampaikan menanggapi aksi siswa Negeri Kangguru ini.

Bahkan, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan juga memposting video berdurasi 1 menit 12 detik itu. Melalui akun Twitternya @Dubes Australia, Gary menjelaskan para siswa dalam video tersebut adalah pelajar Scotts Head Publik School.



Mereka menyanyikan lagu tersebut saat menyambut Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Australia.

"Para pelajar Scotts Head PS di Australia menyambut Presiden Indonesia Jokowi ke Australia dengan menyanyikan lagu Indonesia favorit mereka 'Abang Tukang Bakso'. Masakan Indonesia apa lagi yang ingin Anda nyanyikan? Apakah ada lagu tentang rendang?" tulisnya sambil menyertakan emoji bendera Australia, Indonesia dan hati.

Aksi pelajar Australia menyanyikan lagu Abang Tukang Bakso menjadi perbincangan netizen. Pemilik akun @Stevaniehuangg merasa bangga pelajar di Scott Head Australia menyanyikan lagu Indonesia untuk menyambut Presiden Jokowi.

"Cuma kenapa harus lagu 'Abang Tukang Bakso'.Kenapa enggal lagu kebangsaan RI saja gitu biar lebih formal. By the way, thank you ya adik-adik sudah Menyambut Presiden tercinta," tulisnya. (Baca juga: Di Australia, Jokowi Disambangi Petinggi Partai Oposisi)
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak