alexametrics

Pilkada 2020, Figur Muda Diharapkan Diberi Kesempatan Pimpin Daerah

loading...
Pilkada 2020, Figur Muda Diharapkan Diberi Kesempatan Pimpin Daerah
Pilkada Serentak akan dilaksanakan di 270 daerah yang terdiri atas 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, yang akan berlangsung pada 23 September 2020. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak akan dilaksanakan di 270 daerah yang terdiri atas sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Berdasarkan jadwal, pesta demokrasi untuk memilih pemimpin daerah berlangsung pada 23 September 2020.

Pendaftaran pasangan calon (paslon) memang baru dibuka pada 16-18 Juni 2020. Akan tetapi sejumlah partai politik (parpol) tentu sudah ada yang merekomendasikan figur tertentu sebagai paslon.

(Baca juga: Presiden PKS Kritik Perilaku Pejabat: Semakin Berkuasa Kian Leluasa)



Beberapa kalangan memprediksi Pilkada Serentak 2020 bakal banyak diikuti kaum muda. Parpol pun diharapkan dapat memberi kesempatan dan mengusung generasi muda untuk mengikuti pilkada.

"Partai politik harus mendorong mereka-mereka dari kaum muda untuk maju dan memenangkan pilkada di daerah masing-masing. Generasi muda pasti bisa bersaing, bahkan dipercaya rakyat. Asalkan, memiliki strategi yang jitu untuk meraih simpati rakyat tersebut," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Kamis (13/2/2020).

Kalangan muda yang terlihat keseriusannya maju pilkada di antaranya Gibran Rakabuming Raka di Solo, Hanindhito Himawan Pramana di Kediri, Bobby Nasution di Medan, Rian Ernest (jalur independen) di Batam, dan Eko Wahyudi di Tuban, termasuk tokoh-tokoh muda lain.

Menurutnya, publik berharap ide-ide segar, inovatif dan kreatif anak-anak muda dapat memajukan daerah masing-masing. "Pilkada Serentak 2020 menjadi ajang generasi muda untuk maju sebagai pemimpin daerah," tuturnya.

"Kesempatan dan peluang bagi kaum milenial untuk tampil dan berperan di kancah politik. Sekarang ini memang era baru di mana kaum milenial akan banyak terjun di politik nasional maupun lokal," sambungnya.

Perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) merekrut kalangan muda menjadi menteri maupun wakil menteri, termasuk staf khusus presiden di Kabinet Indonesia Maju.

Sementara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri pun menegaskan PDIP membuka diri terhadap anak-anak muda Indonesia, apalagi banyak pemimpin muda dari PDIP yang berhasil.

"Ibu Megawati dalam pengarahannya (saat Rakernas PDIP) juga menegaskan partai membuka diri terhadap anak muda Indonesia untuk bersama dengan partai," ungkap Sekretaris Jenderal (sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto seraya menerangkan PDIP bakal mengumumkan 44 calon kepala daerah pada waktu yang tepat.

Hal senada disampaikan Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan. "Kami sekarang memberikan kesemptan seluas-luasnya bagi yang siap jadi pemimpin, termasuk mereka yang muda. Proses itu sedang berjalan. Kami sudah punya pengalaman, mksalnya bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Hafur Ma'sud," kata Hinca.

Abdul merupakan ketua DPC PD Balikpapan, Kaltim yang menang pilkada dengan usia muda yaitu 31 tahun. Abdul melawan kompetitor sarat pengalaman dan berumur lebih tua. Di sisi lain, menghadapi Pilkada Serentak 2020, PD ikut mendukung Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wali kota Solo. Meski PD tidak mempunyai kursi di DPRD Solo.

Gibran telah menyiapkan strategi demi memenangkan Pilkada. Gibran merahasiakan strategi itu. Gibran hanya menekankan perlunya blusukan. "Pokoknya selalu turun ke masyarakat. Blusukan ke gang-gang kecil mendengarkan keluhan warga, itu saja," kata Gibran di Solo, Selasa (11/2/2020).

Metode blusukan juga dipakai Eko Wahyudi di Tuban. "Saya terus blusukan bertemu langsung dengan masyarakat. Bagi saya silaturahmi harus tetap dijaga. Pemimpin itu tugasnya melayani rakyat," demikian Eko lulusan SMK Taruna Jaya Tuban yang menjadi pengusaha sukses pemilik Timbul Group.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak