alexametrics

Bangun Soliditas, PPI Sedunia Gelar Millennial Connect 2020

loading...
Bangun Soliditas, PPI Sedunia Gelar Millennial Connect 2020
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) sedunia menggelar kegiatan Millennial Connect 2020 di Gedung A Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/2/2020). Foto/SINDOnews/ari sandita murti
A+ A-
JAKARTA - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) sedunia menggelar kegiatan Millennial Connect 2020 di Gedung A Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/2/2020). Kegiatan itu dihadiri 1.600 peserta yang terdiri dari pelajar Indonesia di luar dan dalam negeri guna bertukar gagasan dan ide demi berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Ketua Pelaksana Millenial Connect 2020, Tiare Njo mengatakan, kegiatan ini diikuti 1.600 peserta yang terdiri dari pelajar Indonesia, baik yang tengah studi di luar maupun di dalam negeri, begitu juga alumni. Adapun kegiatan yang digelar sejak pukul 09.00 WIB hingga malam nanti merupakan kegiatan puncak. (Baca juga: PPI Sedunia Pantau Kondisi Mahasiswa yang Terjebak di Wuhan)

"Jadi pada Miellennial Connect 2020 ini, ada 12 kegiatan, seperti CEO Forum, Dialog Kepemudaan, Call for Ideas, pemecahan rekor MURI, dan sekolah kepemimpinan. Kita adakan kegiatan ini supaya ada konektivitas antara mahasiswa yang ada di luar negeri dengan yang ada di dalam negeri," ujarnya di Gedung A, Kemendikbud RI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

Sementara itu, Koordinator PPI Dunia, Fadlan Muzakki mengungkapkan, kegiatan Millennial Connect 2020 ini diharapkan bisa menghubungkan pelajar Indonesia di luar dan dalam negeri agar bisa berkolaborasi dalam menciptakan gerakan dari sebuah ide sehingga bisa berkontribusi pada pembangunan Indonesia.



"Jadi PPI Dunia ingin memberikan kontribusi yang lebih dan real atau secara nyata melalui kegiatan yang ada di Indonesia, salah satunya Millenniel Connect 2020 ini. Selain kegiatan ini, PPI Dunia juga ada kegiatan lainnya, seperti membantu guru berangkat ke luar negeri untuk studi banding," tuturnya.

Bukan hanya itu, jelasnya, PPI Dunia pun sudah melakukan kegiatan di Indonesia, yakni kegiatan belajar dunia mengabdi, yang mana ada 100 relawan yang berasal dari pelajar Indonesia di luar negeri. Pelajar itu lantas disebarkan di sejumlah daerah di Indonesia ini untuk memberikan inspirasi dan pengajaran di sejumlah sekolah. "PPI Dunia berharap ke depannya dapat berkontribusi aktif untuk kemajuan Indonesia khususnya dalam memyiapkan SDM unggul dengan semangat nasionalisme," katanya.
Bangun Soliditas, PPI Sedunia Gelar Millennial Connect 2020

Direktur Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran, dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani menerangkan, kegiatan sebagaimana yang dilakukan PPI Dunia ini diharapkan bisa terus terjadi secara berkesinambungan agar terjalin koneksi di antara mahasiswa Indonesia yang ada di dalam negeri dan di luar negeri. Adapun progresivitas dan aspirasi generasi muda calon pemimpin bangsa itu dimulai dari dunia pendidikan.

"Mahasiswa itu penggerak ekonomi bangsa, jadi ayo kita berdiskusi sama-sama agar saresehan PPI Dunia bisa mengeluarkan hasil-hasil rekomendasi anak muda untuk kepentingan ekonomi bangsa dan menjaga NKRI karena NKRI harga mati," terangnya.

Dia juga berpesan, pada semua pelajar Indonesia, bukan hanya pelajar dari PPI Dunia untuk bersama-sama membela Indonesia, caranya dengan menjalani profesi ataupun pembelajaran sesuai bidangnya. Misalnya, seorang engineer untuk bisa menjadi engineer terbaik, atau dokter untuk menjadi dokter terbaik, begitu juga dosen, baik di dalam maupun di luar negeri hingga ujungnya bisa mengharumkan nama baik Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Samboaga menjelaskan, kegiatan yang digelar PPI Dunia ini menjadi momen untuk bertukar pikiran, khususnya bagi pelajar Indonesia yang ada di dalam negeri, di luar negeri, ataupun yang akan kuliah di luar negeri. Pelajar pun diminta untuk memanfaatkan jaringan, khususnya yang kuliah di luar negeri lantaran dia pun tahu bagimana sulitnya kuliah di luar negeri.

"Manfaatkanlah jaringan di manapun berada, khususnya yang berkesempatan kuliah di luar negeri. Lalu, implementasikan nilai-nilai Pancasila dan jangan lupakan Pancasila dan Indonesia selama kuliah di luar negeri," jelasnya.

Sebabnya, bagaimanapun pelajar yang kuliah di luar negeri merupakan generasi penerus bangsa. "Terakhir kita harus selalu bersyukur, kita bisa melakukan apa yang kita lakukan tentunya itu tak lepas dari prinsip, iman, kepercayaan, dan rasa syukur kita. Dan selamat pada PPI atas terselenggaranya acara ini, kita bangga dan senang serta apapun yang bisa kita bantu saya siap, semoga acara ini bisa bermanfaat dan positif," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menambahkan, mahasiswa Indonesia, khususnya yang tergabung dalam PPI Dunia bisa disebut dengan istilah Mi'raj, yang mana Mi'raj yang dilakukannya itu ke kampus-kampus terbaik dunia. Maka itu, saat pulang ke Indonesia pun diharapkan bisa membantu pembangunan Indonesia dan mengharumkan nama baik Indonesia.

"Lalu, persatuan merupakan bagian utama dari Pancasila karena dengan persatuan pemuda Indonesia, para pemuda menunjukkan mukjizat lahirnya Sumpah Pemuda. Meski hanya terdiri dari beberapa kalimat pendek, beberapa tahun kemudian lahirlah sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini," paparnya

Maka itu, dia pun berpesan pada pemuda Indonesia yang tengah studi di luar negeri dan dalam negeri untuk selalu bersatu hingga nantinya bisa kembali menunjukan mukjizat demi Indonesia di masa sekarang ataupun yang akan datang. Sebab Indonesia bisa merdeka dan besar tak lepas dari persatuan. "Intinya jangan lupa untuk bersatu karena itu bagian utama dari Pancasila. Jadi di manapun Anda di luar ngeri jangan lupa Indonesia dan Pancasila itu ada unsur religiusitasnya sehingga jangan lupa pula berdoa," katanya.

Dalam kegiatan Millennial Connect 2020 ini, kata dia, juga dihadiri CEO JP Morgan Indonesia, Haryanto T. Budiman yang juga merupakan alumni luar negeri guna mengisi subkegiatan CEO Forum. Lalu, ada pula Dialog Kepemudaan dan Call for Ideas yang dihadiri oleh Budiman Soedjatmiko serta Alumni Connect yang dihadiri oleh Fadjroel Rachman selaku Juru Bicara Kepresidenan.

Dari pantauan SINDOnews para pelajar Indonesia tampak ramai dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ada pula kegiatan seperti bazar dan sejumlah stand-stand yang didirikan oleh pelajar Indonesia dari PPI Dunia. Hadir pula dalam kegiatan itu, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Indonesia di Luar Negeri, Dewi Savitri Wahab.

Menurut Dewi, kegiatan Millennial Connect 2020 itu bentuk kontribusi nyata PPI Dunia pada pembangunan Indonesia, khususnya di bidang SDM. Itu semua sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo yang ingin meningkatkan SDM di Indonesia.

"Bagi Kementerian Luar Negeri sendiri saat teman-teman PPI atau pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri, mereka jadi bagian Kemlu melalui perwakilan kita masing-masing yang ada di seluruh dunia, mereka jadi mitra penting karena bisa melaksanakan kegiatan soft diplomasi, misal mempromosikan kesatuan, sosial budaya, menjaga keragamaan di antara masyarakat Indonoesia di luar negeri," katanya.

Dia menambahkan, semua itu merupakan peran penting yang dilakukan mahasiswa PPI Dunia sehingga pihaknya pun mendukung semua kegiatan yang progresif, termasuk siap membantu para pelajar yang hendak studi di luar negeri.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak