alexametrics

Menkes: 198 Thermal Scanner dan 82 RS Disiagakan untuk Tangani Corona

loading...
Menkes: 198 Thermal Scanner dan 82 RS Disiagakan untuk Tangani Corona
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyatakan telah menyiagakan 84 rumah sakit (RS) dan 198 thermal scanner di 135 pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk menangani virus corona. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus bersiaga dalam menangkal masuknya virus Corona (2019-nCov) asal Wuhan, China dengan menyiagakan 198 thermal scanner di 135 pintu masuk bandara dan pelabuhan. Termasuk 84 rumah sakit (RS) juga menyatakan kesiagaannya sebagai rujukan suspect Corona. (Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Indonesia Setop Penerbangan dari dan ke China)

“Upaya deteksi dini yang saat ini adalah upaya cegah tangkal di pintu masuk negara. Tersedia dan berfungsinya sudah dilakukan pengecekan 195 thermal scanner di 135 pintu masuk negara,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dalam pemaparannya di rapat kerja (Raker) Komisi IX di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (3/2/2020).

Kemudian, Terawan melanjutkan, telah diidentifikasi 19 daerah berisiko yang memiliki akses langsung dari dan ke China, baik melalui darat, laut maupun udara serta, sudah disiapkan logistik untuk mencegah masuknya virus Corona seperti thermal scanner, masker n-95, APD, dan logistik lainnya. (Baca juga: Menkes Sebut 238 WNI yang Dikarantina di Natuna Senang dan Sehat)



“Kesiapan pemeriksaan lab, laboratorium puslitbang biomedis paslitbangkes telah menyatakan kesiapan pemeriksaan lab untuk diagnosis nCov-2019 dengan kit-kit dan akreditasi,” terangnya.

Terawan menuturkan, RS rujukan juga telah disiapkan untuk merawat pasien nCov-2019 ke 100 rumah sakit rujukan flu burung dengan penyampaian surat ke RS tersebut untuk melakukan pendataan ulang terkait sumber daya di RS tersebut. Tetapi, dia berharap RS ini tidak perlu terpakai dalam artian tidak ada yang sakit.

Tetapi, kata Terawan, sudah dilakukan mapping ulang terhadan 100 RS rujukan flu burung ini karena ditetapkannya pada 2007. Sejauh ini, sudah 82 RS yang melaporkan data update kesiapsiagaan RS terkait penyakit infeksi emerging. “Diperlukan evaluasi dan penetapan kembali RS rujukan penyakit emerging. Yang belum kuat akan kami lakukan penguatan agar semua sama dengan kesiapsiagaan,” ujar Terawan.

Terawan menjelaskan, terhadap 3 jenis RS rujukan di antaranya RS rujukan nasional, RS rujukan provinsi dan RS rujukan regional. Adapun 3 RS rujukan nasional yakni, RS Pusat Infeksi Sulianti Suroso, RSPAD Gatot Subroto dan RS Persahabatan. “Diharapkan dapat melakukan upaya kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan respons terhadap kemungkinan masuknya penyakit infeksi emerging,” pintanya. kiswondari
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak