alexametrics

Akademisi Nilai Nadiem Makarim Sosok Reformis Kemerdekaan Belajar

loading...
Akademisi Nilai Nadiem Makarim Sosok Reformis Kemerdekaan Belajar
Rektor UNJ, Komarudin Sahid menilai Mendikbud dinilai sebagai sosok berpikir radikal dengan terobosan konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Programnya tepat mereformasi pendidikan di Tanah Air. Foto/Dok. UNJ
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dinilai sebagai sosok berpikir radikal dengan terobosan konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Programnya tepat mereformasi pendidikan di Tanah Air.

"Mas Nadiem jadi sosok yang membuka luas institusi pendidikan untuk menyesuaikan dan mampu menjawab tantangan zaman melalui sumber daya manusianya (SDM)," kata Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Komarudin Sahid, Selasa (28/1/2020).

Komarudin menuturkan, Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka adalah reformasi proses pendidikan guna mancapai arah peningkatan mutu institusi dan berkembangnya potensi SDM. "Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka adalah proses yang sedang diubah mas Nadiem, dari pola lama ke sesuai zaman supaya unggul," ujarnya.



Sementara itu, pengamat pendidikan dari UPI, Ace Suryadi mengungkapkan, perubahan pola sistem pendidikan memang sudah mendesak dilakukan di Indonesia. "Nadiem memberlakukan konsep yang memang diperlukan, Nadiem mereformasi dengan Merdeka Belajar. Menyeimbangkan antara teori pelajaran dan terapan, menumbuhkan keahlian serta analisa," kata Ace. Merdeka Belajar yang dicetuskan Nadiem merupakan bagian utama dari perbaikan program pendidikan.

Diketahui, sejak dilantik Presiden Jokowi tanggal 23 Oktober, Nadiem telah menetapkan dua skema pendidikan terbaru untuk diberlakukan ke depannya. Jenjang dasar dan menengah dikenal dengan Merdeka Belajar. Ada empat kebijakan Merdeka Belajar disampaikan Nadiem Makarim yaitu, mengubah UN, penyederhanaan RPP guru, kemudahan PPDB zonasi, dan mengganti USBN.

Selanjutnya di perguruan tinggi adalah Kampus Merdeka yang menyangkut kemudahan re-akreditasi kampus dan hak belajar mahasiswa di luar program studinya selama tiga semester. Selanjutnya, otonomi membuka program studi baru dan perubahan status perguruan tinggi berbadan hukum.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak