alexametrics

Keterangan Kemenkumham Soal Harun Masiku Berubah-ubah, Taufik Basari: Usut Tuntas

loading...
Keterangan Kemenkumham Soal Harun Masiku Berubah-ubah, Taufik Basari: Usut Tuntas
Taufik Basari. Foto/Dok Okezone
A+ A-
JAKARTA - Berubahnya keterangan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tentang keberadaan tersangka kasus dugaan suap Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku harus diusut tuntas. Sehingga, penyebab dari berubahnya keterangan Direktorat Imigrasi pada Kemenkumham bisa terungkap.

"Khusus dengan keterangan Dirjen imigrasi, menurut saya itu juga harus ditelusuri, harus diusut apakah memang ada kesengajaan ataukah ada kesalahan sistem ataukah persoalan administrasi," ujar anggota Komisi III DPR Taufik Basari di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Sekadar diketahui, Kabag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Arvin Gumilang pada Senin 13 Januari 2020 menyebut Harun Masiku terbang ke Singapura sejak 6 Januari 2020. Kemudian, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly pada Kamis 16 Januari menyebut Harun Masiku masih di luar negeri. (Baca juga: Menkumham Dicurigai Tutup-tutupi Keberadaan Harun Masiku).



Sedangkan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie pada Rabu 22 Januari 2020 menyebut Harun Masiku telah berada di Indonesia dari Singapura sejak Selasa 7 Januari 2020. "Bagaimana pun tetap tidak bisa dibiarkan, harus diusut tuntas mengenai persoalan keterangannya Imigrasi yang mengalami perubahan," ujar Taufik Basari, legislator asal Daerah Pemilihan Lampung I.

Namun, Politikus Partai Nasdem ini enggan mengomentari Menkumham Yasonna Laoly secara personal. "Tapi lebih ke tugas dan kewenangan aja, mau siapa pun yang duduk sebagai menteri, maka prinsip itu harus berjalan," katanya. (Baca juga: Soal Harun Masiku, Desmond Mahesa Sebut Ketua KPK Firli Bahuri Lucu).

Diketahui, eks Calon Legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Selain Harun Masiku, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka kasus suap PAW itu. Mereka adalah Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, eks Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta Saeful.
(zik)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak