alexametrics

KPK Fasilitasi Pemeriksaan Eks Dirut Jiwasraya oleh Kejagung

loading...
KPK Fasilitasi Pemeriksaan Eks Dirut Jiwasraya oleh Kejagung
Pemeriksaan itu dilakukan di gedung KPK, Jakarta. KPK pun bersedia memfasilitasi untuk pemeriksaan tersebut. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menggelar pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim (HR), tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

(Baca juga: Pengawasan Kinerja PT Asuransi Jiwasraya Dipertanyakan)

Pemeriksaan itu dilakukan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. KPK pun bersedia memfasilitasi untuk pemeriksaan tersebut.



"Iya (KPK memfasilitasi pemeriksaan)," ujar Plt Juru Bicara Ali Fikri saat dikonfirmasi di, Senin (20/1/2020).

Ali mengungkapkan, pemeriksaan Hendrian Rahim oleh penyidik Kejagung untuk melengkapi berkas perkara kasus Jiwasraya. "Diperiksa penyidik Kejagung dalam rangka melengkapi berkas perkaranya," jelas Ali.

Pemfasilitasan oleh KPK untuk pemeriksaan tersangka Kejagung ini juga menjadi bagian dari koordinasi, supervisi dan penindakan antar kedua aparat penegak hukum itu.

"Kelanjutan korsupdak KPK dan Kejagung. KPK fasilitasi tempat, untuk efektifitas dan efisiensi pemeriksaan," ungkapnya.

Sebelumnya, KPK pada Senin (13/1) lalu juga telah memfasilitasi kebutuhan Kejagung terkait penitipan dua tahanan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Keduanya, yakni Hendrisman Rahim dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro (BT).

"Keduanya ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung terkait perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan investasi PT Asuransi Jiwasraya ke beberapa perusahaan periode 2008-2018," ucap Ali di Gedung KPK, Jakarta Senin 13 Januari 2020.

Penahanan terhadap keduanya dilakukan untuk 20 hari pertama dan dititipkan di dua rutan, yaitu Hendrisman di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur dan Benny di Rutan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK.

"Titip tahan dilakukan untuk menjaga objektifitas agar para tersangka tidak saling mempengaruhi keterangannya dengan tersangka lainnya," ungkap Ali.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak