alexametrics

Respons KWI Soal Rencana Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

loading...
Respons KWI Soal Rencana Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia
Kabar rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia direspons oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Ignatius Kardinal Suharyo. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kabar rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia direspons oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Ignatius Kardinal Suharyo. Dia mengatakan, kepastian kunjungan Paus Fransiskus itu menunggu konfirmasi resmi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Vatikan.

"Jadi kita boleh gembira, boleh berharap, tetapi sejauh saya tahu lho ya, sekarang ini belum ada konfirmasi resmi dari Bapak Presiden Republik Indonesia dan Paus Fransiskus di Roma," ujar Ignatius Kardinal Suharyo kepada SINDOnews, Senin (20/1/2020). (Baca juga: Paus Fransiskus Akan Kunjungi Indonesia, Gus Yahya: Ini Momen Penting)

Namun, kata dia, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia nantinya juga berkaitan hubungan antar negara. "Paus itu kan selain pimpinan Gereja Katholik juga Kepala Negara Vatikan," ungkapnya.



Dia mengatakan, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia nantinya sangat bermakna dan menjadi simbol yang sangat bagus. Terlebih, kata dia, Paus Fransiskus tidak sembarangan mengunjungi suatu negara.

Dia melanjutkan, Paus Fransiskus biasanya ingin mempelajari atau melihat sesuatu dalam kunjungan ke sebuah negara. "Nah di Indonesia ini kan yang terkenal adalah pluralitas, Bhinneka Tunggal Ika itu, sukunya banyak, bahasanya banyak, agamanya banyak, tetapi hidupnya harmonis. Kalau sungguh-sungguh datang, itu salah satu perhatian beliau," imbuhnya.

Di samping itu, kata dia, kunjungan Paus Fransiskus nantinya berkaitan juga dengan dinamika Gereja Katholik di Indonesia. "Yang sejauh dapat kami amati itu menjadi sangat dinamis, dalam arti baik, gerejanya hidup, terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan berusaha untuk mengadakan pembaharuan terus menerus sesuai dengan pesan pembaharuan dari konsili Vatikan kedua," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, arah pembaharuan itu bukan hanya internal gereja tetapi juga dalam rangka peranan gereja di dunia. (Baca juga: Kemlu: Belum Ada Kepastian Soal Kunjungan Paus ke Indonesia)
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak