alexametrics

Adian Bantah Ada Keributan Saat KPK Hendak Geledah Kantor PDIP

loading...
Adian Bantah Ada Keributan Saat KPK Hendak Geledah Kantor PDIP
Politikus PDIP, Adian Napitupulu (paling kanan) dalam diskusi Bertajuk 'Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?' di Jalan Sahardjo, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020). Foto/SINDOnews/Rico Simanjuntak
A+ A-
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adian Napitupulu mengatakan tidak ada keributan terjadi saat petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak menggeledah Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis 9 Januari 2020.

Adian bahkan memutar rekaman kamera pengintai closed-circuit television (CCTV) dalam acara diskusi Bertajuk 'Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?' di Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020). Nampak beberapa petugas KPK bertemu dengan Satgas PDIP di basement Kantor DPP partai itu.

"Dari posisi ini apakah terjadi keributan? Tidak. Ada kertas yang dipegang oleh orang yang mengaku dari KPK," ujar Adian Napitupulu. (Baca juga: Adian Napitupulu Nilai Harun Masiku Perlu Dilindungi LPSK)



Pertemuan Satgas PDIP dengan beberapa petugas KPK tidak berlangsung lama. "Kira-kira dia bicara saya dari KPK. Kira-kira gitu lah ya. Datang Satgas, surat tugasnya ada enggak, itu yang dipegang surat apa, begitu ditanya, tidak ada, dia (Petugas KPK-red) pergi, keributannya dimana?" ungkap legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat V ini.

Maka itu, dia membantah pemberitaan yang menyebutkan terjadi keributan saat petugas KPK hendak menggeledah Kantor DPP PDIP. "Keributan atau kehebohan dari peristiwa itu ada enggak? Enggak ada," kata Anggota Komisi I DPR RI ini.(Baca juga: Kasus Jual Beli PAW, ICW Desak KPK Tetapkan Obstruction of Justice)

Adapun upaya penggeledahan itu berkaitan dengan kasus yang menjerat Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak