alexametrics

Universitas Pancasila Dukung Transformasi Pendidikan di Era Digital

loading...
Universitas Pancasila Dukung Transformasi Pendidikan di Era Digital
Rektor Universitas Pancasila Wahono (paling kiri) bersama guru Bimbingan Konseling se-Jabodetabek. Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A+ A-
JAKARTA - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim disambut baik Universitas Pancasila (UP).

Program Nadiem yang mengedepankan kemerdekaan belajar dinilai mendorong anak didik leluasa memilih bidang pelajaran sesuai minat dan kemampuan. (Baca juga: Merdeka Belajar, Tak Sekadar Ganti Format UN)

Rektor UP, Wahono Sumaryono mengatakan di era digital, semua hal terkait dengan teknologi. Perubahan semakin menjadi keniscayaan.



Menghadapi hal itu, UP merasa perlu melakukan transformasi pendidikan. "Kita harus siap merespons transformasi kurikulum dan pola-pola pendidikan sehingga tak perlu banyak pelajaran di kelas. Perlu juga praktik di laboratorium dan ada interaksi dengan dunia luar sesuai program studi," tutur Wahono saat acara Seminar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling SMK/SMA Se-Jabodetabek, Kamis (16/1/2020).

Dia menjelaskan, perkembangan dunia saat ini lebih cepat dari apa yang dipelajari di dalam kelas. Oleh karena itu perlu perubahan metode pendidikan.

"Pengajar perlu memberikan pandangan kepada mahasiswa tentang dunia nyata yang lebih kompleks dibandingkan dengan kampus. Ketika lulus nanti mereka lebih siap berkompetisi dalam arti positif dan berkolaborasi berbagai yang lain," ungkapnya.

Dia menjelaskan, perkembangan dunia teknologi informasi yang memanfaatkan internet memudahkan memperoleh informasi. Proses belajar akan lebih efisien dan diharapkan pola pikir yang analitis, asosiatif, dan sintesis sesuai dengan levelnya.

"Dengan tantangan persoalan sederhana dan juga kompleks maka alternatif solusi dari mereka dapat diketahui, berdasarkan literasi terhadap bacaan dan bisa menyarikan, membuat resensi karangan, dan menguraikan persoalan menjadi lebih sederhana," katanya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak