alexametrics

Lemkapi Apresiasi Sikap Tegas Kapolri Minta Anak Buah Hindari Hidup Mewah

loading...
Lemkapi Apresiasi Sikap Tegas Kapolri Minta Anak Buah Hindari Hidup Mewah
Kapolri Jenderal Idham Azis meminta anak buahnya menghindari hidup mewah dan mentauladani kesederhanaan Ibu Negara Iriana Jokowi yang selalu tampil sederhana dan bersahaja. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Kapolri Jenderal Idham Azis meminta anak buahnya menghindari hidup mewah dan mentauladani kesederhanaan Ibu Negara Iriana Jokowi yang selalu tampil sederhana dan bersahaja. Sikap Kapolri inipun banyak diapresiasi publik.

Saat memberikan pengarahan di Polda Sulawesi Barat, Kapolri menyoroti bagaimana gaya hidup adanya oknum perwira Polri yang berlebihan. Bahkan lebih menyolok apabila dibandingkan dengan kehadiran Ibu Iriana Jokowi saat berada di bandara.

Idham menjelaskan, Ibu Negara saat mau pulang kampung saja terlihat sedehana dan merakyat, menunggu di ruang tunggu bandara saat akan pulang ke Solo dan cuma dikawal dua Paspamres. Untuk itu, dia ingin Polri dan keluarganya hidup sederhana dan dan bisa mentauladani Ibu Negara.



Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Dr Edi Hasibuan menilai penjelasan Kapolri itu merupakan perintah tegas yang ditujukan kepada seluruh jajaran Polri. Idham meminta semua anggota Polri hidup sederhana, menghindari gaya hidup mewah dan berlebihan, serta minta semua anggota Polri selalu rendah hati. Karena polisi adalah pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat.

"Kami menilai Kapolri ingin memberikan keteladanan kepada anggotanya dan berupaya keras melakukan reformasi di tubuh Polri. Tentu saja sikap Kapolri ini banyak diapresiasi masyarakat. Semoga di bawah kepemimpinan Idham Azis, Polri semakin humanis dan semakin dipercaya masyarakat," ujar Edi Hasibuan, Rabu (15/1/2020).

Kapolri sendiri mengaku tidak suka diperlakukan istimewa dan berlebihan oleh anak buahnya. Kapolri hanya minta seluruh jajaran meningkatkan kinerja dalam memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat. Karena polisi adalah pelayan masyarakat dan bukan untuk dilayani.

"Kami menilai, komitmen Kapolri ini adalah bagian dari program prioritas Kapolri dalam penataan kelembagaan untuk penguatan promoter," kata Pakar Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta ini.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak