alexametrics

Niat KPK Bidik 20 Kasus, Jangan Gegap di Muka Senyap di Belakang

loading...
Niat KPK Bidik 20 Kasus, Jangan Gegap di Muka Senyap di Belakang
Pengamat hukum asal Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menganggap, niat dan langkah KPK untuk 'membidik' sekira 20 kasus korupsi pada 2020. (Foto/Ilustrasi/SINDOphoto)
A+ A-
JAKARTA - Pengamat hukum asal Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menganggap, niat dan langkah KPK untuk 'membidik' sekira 20 kasus korupsi pada 2020 yang merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah, perlu didukung.

"Tindakan KPK harus didukung penuh agar kinerjanya mendapatkan hasil yang dapat mengembalikan kerugian negara dan memberi sanksi yang menjerakan kepada pelaku," jelas Suparji saat dihubungi SINDOnews, Rabu (15/1/2020).

(Baca juga: Abraham Samad dkk Galang Dukungan Petisi Penyelamatan KPK)



Kata Suparji, caranya KPK segera mengumpulkan bukti-bukti serta meminta keterangan saksi-saksi agar puluhan kasus tersebut tidak masuk angin.

Menurut Suparji, jika apa yang dijanjikan ini bisa dilakukan KPK, maka akan menaikkan kredibilitas dan rating KPK serta melanjutjkan kepercayaan publik.

"Tetapi kalau hanya gegap gempita di muka tetapi sunyi senyap di belakang, maka KPK akan kehilangan legitimasi publik," kata Suparji menandaskan.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak