alexametrics

Menristek: Ahli IT di Indonesia Masih Banyak Gunakan Tenaga Asing

loading...
Menristek: Ahli IT di Indonesia Masih Banyak Gunakan Tenaga Asing
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyatakan, Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli di bidang IT. Foto/SINDOnews/hasan kurniawan
A+ A-
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyatakan, Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli di bidang IT.

Hal ini membuat banyak tenaga kerja asing masuk dan mengambil peran. Padahal, peran tenaga IT sangat penting dalam dunia industri digital yang terus berkembang pesat di dunia, dan Indonesia yang jadi pasarnya. "Kita harus akui ya, bahwa Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli IT. Sehingga masih ada yang menggunakan tenaga asing," kata Bambang, di Apple Developer Academy, The Breeze, BSD, Selasa (14/1/2020).

Dijelaskan Bambang, diharapkan ke depannya para tenaga asing ini bisa digantikan oleh tenaga ahli dari dalam negeri sendiri. Apalagi, potensi SDM Indonesia sangat tinggi sekali. Keberadaan Apple Developer Academy yang ada di The Breeze dan setiap tahun melakukan rekrutmen ratusan mahasiswa untuk belajar coding. Hal itu diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk tenaga handal IT tersebut. "Ya, kami melihat (mereka) bisa berkontribusi dalam teknologi kita. Pertama dengan menjadi programmer atau staf inti dari R and B yang ada di start up yang sudah existing maupun yang sudah level unicorn," katanya.



Selama mengikuti beasiswa itu, mahasiswa digembleng selama 10 bulan, dan dibekali tiga kemampuan utama, yakni teknikal, bisnis dan desain yang dibutuhkan industri digital. "Dengan keberadaan Apple Academy yang merekrut kira-kira 200 siswa setiap tahunnya, maka kita harapkan dengan kualitas mereka, mereka bisa menggantikan peran tenaga asing tersebut dan menjadi pelopor," jelasnya.

Tidak hanya itu, kepada para lulusan Apple Academy ini juga diharapkan dapat menjadi start up sendiri dengan pengalaman yang mereka rasakan selama 10 bulan latihan itu. "Mereka juga dilatih menjadi entrepreneur. Nah, tahapan pertama menjadi entrepreneur itu adalah menjadi start up, dan kami yakini karena mereka sudah melalui pendidikan 10 bulan yang intensif selama ini," sambungnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku sangat senang pengembangan para tenaga ahli IT dari Apple Academy itu berada di kabupaten. "Kami dari Pemda Kabupaten Tangerang sangat mendukung, dan kemudian kita juga sudah diskusi memperkenalkannya sekolah Binus dan Apple Academy ini kepada penduduk Kabupaten Tangerang," kata Zaki.

Zaki juga berharap, keberadaan sekolah ini dapat bermanfaat bagi kemajuan dan pembangunan SDM di Kabupaten Tangerang. Terutama dalam menyerap tenaga kerja. "Tentu, yang kita butuhkan itu kan bagaimana menyerap tenaga kerja ke depan, dan juga menambah skill dari sumber daya manusia lokal di Tangerang. Nah, ini yang diharapkan dari Binus dan Apple Academy ini," jelasnya.

Meski demikian, Zaki tidak mau terlalu muluk berharap ada warga lokal dari Kabupaten Tangerang yang akan mendapat beasiswa sekolah coding Apple Academy. "Begini, kan tadi dibilangin hanya 200. Kita juga harus paham yang diambil 200 yang spesial yang udah lulus tes. Jangan sampai kita memaksakan kehendak, akhirnya malah merusak program yang ada," katanya.

Terpisah, Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, saat ini Apple Academy sudah melahirkan dua kali angkatan wisudawan dari Apple Academy. "Lulusan Apple Academy batch yang kedua ini diharapkan akan memperkaya Digital Hub yang sedang membangun ekosistem tech and digital dan menjawab kebutuhan para pelaku industri digital ke depannya," tukasnya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak