alexametrics

Eks Kombatan GAM Pertanyakan Perjanjian MoU Helsinki

loading...
Eks Kombatan GAM Pertanyakan Perjanjian MoU Helsinki
Untuk membuktikan masih eksis, para mantan kombatan GAM se-Aceh berkumpul di Kompleks Makam Tgk Hasan Di Tiro, di Aceh Besar, Senin 23 Desember 2019. (Foto/Istimewa)
A+ A-
JAKARTA - Membuktikan masih eksis, para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) se-Aceh berkumpul di Kompleks Makam Tgk Hasan Di Tiro, Meurue Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Senin 23 Desember 2019.

Dalam rilis yang diterima Kamis (26/12/2019), hadir para mantan elite GAM, yakni para mantan Panglima GAM dan para Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA).

Mereka adalah Muzakir Manaf (Mualem), Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al Haytar, Tgk Zulkarnaini, Muharram Idris, anggota DPD yang juga dariPartai Aceh Fachrul Razi, mantanKetua DPRA dari Partai Aceh Tgk Muharuddin serta beberapa tokoh GAM lainnya.



Selain itu, bendera Bulan Bintang juga tampak berkibar pada acara itu. Sejumlah mantan kombatan GAM se-Aceh, sejak pagi tiba di Meureu, hingga mobil pribadi yang digunakan mereka memenuhi jalan desa.

Diperikarakan ada ribuan mantan kombatan berkumpul dan mendapat pengamanan dari polisi. Tampak juga setiap sudut di lokasi acara, bendera Bulan Bintang berkibar. Ada kesan mereka siap mengangkat senjata kembali.

Tidak hanya di tiang panggung utama, tetapi juga dipegang oleh sejumlah warga yang hadir. "Kita selama ini tak pernah sapa, berjumpa dan dengan berkat ada acara silahturahmi GAM seluruh Aceh, kita lebih cerah lagi tujuan di masa mendatang," kata Tgk Zulkarnaini dan diamini Muharram Idris pada sambutannya.

Dia menjelaskan tujuan silahturahmi ini untuk kembali memperjuangkan tanggung jawab yang belum selesai terkait butir-butir perjanjian antara Pemerintah RI dan GAM, yakni Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

"Kita selaku GAM yang telah tanda tangan di Helsinki, memiliki tangung jawab besar untuk menyelesaikannya," katanya.

Karena lanjut dia, perjanjian harus ditepati, kalau tak sanggup menepati sebaiknya jangan pernah membuat janji.

"Kenapa terjadi kericuhan di mana-mana, itu akibat melengahkan janji, perang terjadi juga karena tak ditepati janji. Makanya kita jangan sampai ditipu lagi dengan janji. Makanya kita buat silahturahmi supaya kita buktikan kita masih ada," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak