Cerita Pasien Corona Sembuh, dari Minyak Kayu Putih hingga Avigan

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 07:50 WIB
loading...
Cerita Pasien Corona Sembuh, dari Minyak Kayu Putih hingga Avigan
Salah seorang pasien Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia dinyatakan negatif COVID-19 setelah menjalani perawatan serta isolasi. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Terinfeksi virus corona bukan lah akhir dari segalanya. Banyak di antara mereka yang dinyatakan positif COVID-19 kini telah sembuh dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Seperti AS, salah seorang pasien Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia dinyatakan negatif COVID-19 setelah menjalani perawatan serta isolasi.

AS berbagi kisah mulai dari dinyatakan positif hingga akhirnya bisa sembuh dari corona. AS yang merupakan salah satu karyawan swasta di Jakarta, awalnya mengaku memiliki gejala layaknya orang yang terinfeksi virus corona.(Baca juga: Epidemiolog Sebut Indonesia Masuki Puncak Pandemi COVID-19 )

Saat itu, sekitar pertengahan Juli 2020, AS sempat merasakan gejala demam tinggi, meriang, radang tenggorokan, pusing, hingga pinggang terasa sangat pegal. Gejala itu mengingatkan AS pada tanda-tanda orang yang terinfeksi virus corona. AS kemudian melakukan rapid hingga swab test.

"Jadi saat saya coba cek rapid test hasilnya (negatif), CTscan (normal), Swab (positif), makanya saya langsung minta di rujuk ke Wisma Atlet," kata AS, Sabtu (29/8/2020).

Setelah terkonfirmasi positif corona, AS langsung dilakukan perawatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran. Namun, setibanya di RSD Wisma Atlet, gejala yang dirasakan AS mulai berubah. Yang sebelumnya AS merasakan demam, meriang, pusing, radang tenggorokan, kini hilang. Gejala itu berubah menjadi indera penciuman AS yang mulai hilang hingga merasakan gatal di tenggorokan.



"Nah saat saya sampai wisma atlet, gejala itu hilang tapi berubah dengan penciuman hilang dan gatel tenggorokan," katanya.(Baca juga: Epidemiolog Sebut Dampak COVID-19 Terbesar dalam Sejarah Pandemi )

AS pun langsung dilakukan perawatan. AS menjelaskan, ada perbedaan perawatan terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan orang yang bergejala di RSD Wisma Atlet. Kebanyakan OTG di RSD Wisma Atlet, kata AS, hanya menjalani perawatan selama sepekan.

"Sebenarnya prosedur di Wisma Atlet itu 7 hari terapi obat, di-swab, lalu ada hasil pulang sekitar 10 hari seharusnya, tapi itu biasa yang pasien OTG (Orang Tanpa Gejala). Beda bagi pasien pernah gejala, karena virus ini menyerang tubuh dan merusak organ," katanya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2408 seconds (11.210#12.26)