alexametrics

Aksi Kocak Petinggi BPJamsostek di Lakon Hayam Wuruk

loading...
Aksi Kocak Petinggi BPJamsostek di Lakon Hayam Wuruk
Petinggi BPJamsostek, bersama kalangan perbankan dan media massa tampil membawakan lakon Hayam Wuruk dI Gedung Kesenian Jakarta, Senin 16 Desember 2019 malam. Foto/SINDOnews/Hendri Irawan
A+ A-
JAKARTA - CANDA segar nan menghibur sukses tersaji di pementasan ketoprak humor dengan lakon “Hayam Wuruk” di Gedung Kesenian Jakarta, Senin 16 Desember 2019 malam.

Meski hanya dua kali latihan. Itu pun pemainnya tidak pernah lengkap. Namun pemain yang terdiri atas para petinggi dan Dewan Pengawas BPJamsostek, begitu piawai membawakan peran di atas panggung.

Sejak pentas dimulai, para pemain bahkan sudah membuat penonton terbahak hingga suasana menjadi sangat cair. Sepanjang pertunjukan, pentas yang disutradarai Aries Mukadi dan didukung pula sejumlah pemain dari masyarakat keuangan dan perbankan, Ketua DJSN Choesni, mantan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, wakil ketua dan anggota Komisi IX DPR, Dirut MNC Securitas Susy Meilina, Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) serta senior editor media massa plus pemain ketoprak dari Yayasan Adhi Budaya dan Wayang Orang Bharata ini, tak henti mengocok perut penonton.



Meski ada sebagian yang lupa dialog bahkan nama tokoh yang diperankannya, para pemain mampu melakukan improvisasi dengan baik. Pementasan ketoprak dalam rangka ulang tahun ke-42 BPJamsostek, semakin menghibur berkat banyolan-banyolan segar dua pelawak Srimulat, Tessy dan Polo.

Lazimnya pementasan yang diikuti oleh orang-orang di bidang layanan publik dan keuangan, para pemain dengan piawainya menyelipkan istilah-istilah penting ekonomi dan layanan publik ketenagakerjaan. Mereka juga tak lupa memanfaatkan ruang panggung sebagai ajang promosi, terutama pentingnya menjadi keanggotaan BPJamsostek.

“Prajurit Majapahit yang berperang melawan bajak laut Sulu mesti dilindungi BPJS Ketenagakerjaan supaya ada jaminan keselamatan kerja,” celetuk Ketua Dewan Pengawas BPJamsostek Guntur Witjaksono yang memerankan Hayam Wuruk.

"Betul pak. Lalu, bajak laut yang sudah menyerah, kasih vokasi saja. Kan Jamsostek punya program vokasi. Biar mereka ada keterampilan kerja," sambar senior editor KORAN SINDO Hatim Varaby yang disambut geerrr penonton.

Pentas ketoprak untuk pelestarian seni tradisi Indonesia itu makin istimewa, berkat penampilan apik Indri Suryawati yang tak lain istri dari Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto.

Memerankan Padukasuri (permaisuri Hayam Wuruk), suara merdu Indri Suryawati kala menyenandungkan tembang Jawa membuat penonton terpukau. “Keren banget suaranya,” celetuk seorang penonton.

Tak hanya menyoroti persoalan layanan ketenagakerjaan, pentas juga menyentil situasi yang berkembang di Tanah Air belakangan ini. “Berkat kesigapan prajurit-prajurit Majapahit, penyelundupan Harley dan sepeda bromton berhasil kita amankan," ujar Pimred Infobank, Eko B Supriyanto yang memerankan Patih Majapahit/Rakyan Gajah Enggon.

Eko B Supriyanto yang juga produser eksekutif pementasan mengatakan, dipilihnya lakon Hayam Wuruk karena spirit dan kepemimpinan raja Majapahit ini dinilai pas untuk membangkitkan semangat cinta NKRI.

Bahkan, di masa kepemimpinan Hayam Wuruk pula sejumlah kerajaan kecil di Sumatera dan Kalimantan yang hendak memisahkan diri berhasil dipersatukan kembali ke Negara Kesatuan Nusantara Majapahit.

Tak hanya itu, Hayam Wuruk juga menaklukkan dan mengusir utusan Kaisar Tiongkok yang kedapatan memberi bantuan kepada kerajaan-kerajaan kecil yang hendak berontak tadi.

"Terima kasih sekali kepada Pak Agus Susanto (Dirut BPJamsostek) atas terselenggaranya acara ini. Semoga pegelaran ketoprak ini menciptakan sinergi dan keharmonisan kerja, baik di internal BPJamsostek maupun dengan mitra kerja dan masyarakat. Ini juga sebagai upaya turut menjaga dan melestarikan seni tradisi Tanah Air," kata Eko. hendri irawan
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak