alexametrics

Menteri PPPA Ajak Lestarikan Permainan Tradisional Anak

loading...
Menteri PPPA Ajak Lestarikan Permainan Tradisional Anak
Menteri PPPA, Bintang Puspayoga saat membuka acara EduAksi Anak dengan tema Pelestarian Permainan Tradisional Anak dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo, Jakarta, Senin (16/12/2019). Foto/SIND
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga ajak masyarakat lestarikan permainan tradisional anak. Hal ini diungkapkan Bintang saat membuka acara EduAksi Anak dengan tema “Pelestarian Permainan Tradisional Anak” dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo, Jakarta, Senin (16/12/2019).

“Anak-anak harus menjadi penjaga kebudayaan Indonesia, salah satunya dengan melestarikan permainan tradisional. Jangan sampai permainan tradisional hilang dan tergantikan oleh gawai atau permainan modern lainnya,” ujar Bintang.

Bintang mengatakan permainan tradisional itu sederhana, namun besar sekali manfaatnya dalam mengembangkan kecerdasan intelektual, meningkatkan kreativitas anak, kecerdasan emosi anak, kemampuan motorik hingga kemampuan anak untuk bersosialisasi.



“Dewasa ini, banyak anak-anak yang kecanduan gawai, padahal di Indonesia ini ada lebih dari 2.600 permainan tradisional yang juga bisa mengasah kemampuan dan kreativitas anak, maka dari itu ayo sama-sama kita ajak anak-anak kita untuk bemain permainan tradisional,” jelas Bintang.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi mengatakan permainan tradisional dapat membangkitkan semangat dan kreativitas anak-anak di Jakarta yang kebanyakan sudah pandai bermain gadget.

“Kita harus pikirkan masa depan anak-anak Indonesia, 10-20 tahun ke depan persaingan global akan semakin sulit. Oleh karena itu selain pandai dan mempunyai kemampuan yang bagus, anak juga harus dituntut kreatif dan inovatif agar mampu bersaing di masa depan,” terang Rustam.

Rustam menegaskan bahwa ini menjadi tugas kita bersama untuk menyiapkan dan menciptakan anak-anak Indonesia yang kreatif dan berkompetensi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik lagi.

Pemerintah Kota Jakarta Barat sendiri, kata Rustam telah berkomitmen untuk memenuhi hak anak, salah satunya dengan jumlah 58 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang menjadi wadah aman bagi anak untuk bermain dan belajar di luar rumah.

“Besar harapannya itu bisa mendukung tercapainya pemenuhan hak anak secara optimal. Kota Jakarta Barat berkomitmen menjadi Kota Layak Anak,” tambah Rustam.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak