alexametrics

Menteri Nadiem Paparkan Alasan UN Dihapus Mulai 2021

loading...
Menteri Nadiem Paparkan Alasan UN Dihapus Mulai 2021
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan alasan ujian nasional (UN) dihapus mulai tahun 2021. Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menaruh simpati banyaknya orang tua yang sudah memberikan les kepada anak-anaknya untuk tahun 2020.

"Jadi silakan dilanjutkan karena mereka sudah melakukan investasi terhadap anaknya dan itu memang jangan disia-siakan. Jadi itu akan menjadi yang terakhir tahun 2020," kata Nadiem Makarim dalam rapat kerja Komisi X DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Akan tetapi, kata dia, tahun 2021 nanti UN mulai diganti dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. "Ibu mohon dilihat lagi kata kuncinya ya, kata kunci pertama adalah kompetensi, kata kunci kedua adalah minimum. Artinya, ini tidak bisa kita gunakan untuk mengevaluasi prestasinya itu murid," katanya.



Adapun penghapusan UN merupakan salah satu isi dari empat program kebijakan pendidikan 'Merdeka Belajar' yang diluncurkan Nadiem Anwar Makarim baru-baru ini. "Ini hanya sebagai tolak ukur sekolahnya sedang dimana. Ini sebenarnya kita melakukan penilaian standar nasional adalah untuk mengetahui tingkat sekolahnya ini sudah mencapai enggak kira-kira atau minimum," ungkapnya.

Dia mengatakan, sasaran UN yang menjadi prioritas utama sudah dilupakan selama bertahun-tahun. "Prioritas utama daripada itu bukan untuk memberikan merah, hijau, ini baik, itu jelek itu sebenarnya ya mungkin prioritas ketiga, keempat, yang terpenting dari pada suatu asesmen adalah memberikan umpan balik, memberikan feedback perbaikan apa yang harus dilakukan individu, guru maupun sekolah tersebut," pungkasnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak