alexametrics

Ditemui Menhan Laos, Prabowo Pamerkan Senjata Buatan Lokal

loading...
Ditemui Menhan Laos, Prabowo Pamerkan Senjata Buatan Lokal
Menhan Prabowo Subianto menunjukkan persenjataan produksi industri Tanah Air kepada Menhan Laos, Jenderal Chansome di kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (11/12/2019). Foto/Instagram Suryo Prabowo
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Suboanto menerima kunjungan Menhan Laos, Jenderal Chansome di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Mengenakan jas berwarna krem dan berpeci hitam, mantan Danjen Kopassus itu memperlihatkan senjata produksi dalam negeri kepada Jenderal Chansome yang berpakaian militer. Senjata yang diperlihatkan adalah pistol dan senjata api laras panjang.

"Menerima Menhan Laos Jenderal Chansamone, seperti biasa Pak Menhan juga mempromosikan senjata-senjata hasil produksi dalam negeri agar bisa digunakan dan dibeli oleh pemerintah Laos," tulis Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dah Hubungan Antarlembaga Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Twitternya, @DahnilAnzar, Rabu (12/11/2019).



Jenderal Chansome merupakan salah satu pejabat luar negeri yang menemui Prabowo sejak dilantik sebagai Menhan pada 23 Oktober lalu. (Baca juga: Kunjungan ke Turki, Prabowo Jajaki Kerja Sama Pertahanan)

Sebelumnya, Prabowo juga berkunjung ke beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand dan Turki membahas tentang kerja sama antarnegara, termasuk industri pertahanan.

Terkait industri pertahanan, Prabowo optimistis industri pertahanan Indonesia akan mengalami kemajuan dalam lima tahun ke depan dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.

"Insya Allah saya optimis lima tahun lagi kita akan lebih mandiri, lebih berdiri di atas kaki kita sendiri. Sekarang saya bangga kita sudah punya kemampuan seperti sekarang," tutur Prabowo di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa 3 Desember 2019.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak