alexametrics

BPIP Gandeng Kementerian Tumbuhkan Pancasila lewat Permainan Tradisional

loading...
BPIP Gandeng Kementerian Tumbuhkan Pancasila lewat Permainan Tradisional
BPIP segera berkolaborasi atau bergotong royong dengan lintas kementerian dan lembaga pemerintah lainnya menumbuhkan nilai-nilai Pancasila melalui permainan tradisional. Foto/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Guna menumbuhkan nilai-nilai Pancasila melalui beragam permainan tradisional, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) segera berkolaborasi atau bergotong royong dengan lintas kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPIP Hariyono menjelaskan tentang betapa pentingnya dihidupkan atau dipopulerkannya sejumlah permainan tradisional Indonesia yang nyaris punah bahkan dilupakan lantaran derasnya arus informasi dan teknologi saat ini. Padahal didalamnya banyak mengandung nilai-nilai Pancasila.

"Yang pertama bahwa permainan yang sedang didalami peserta (Musyarawah Nasional) Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), bukan satu-satunya dari Nusantara. Tapi salah satu dari permainan tradisional yang ada di Nusantara. Sehingga dari daerah lain ini, kita tak hanya kaya alam, tapi juga kaya permainan. Ini adalah pengamalan, dari Kebhinekaan Indonesia," ujarnya dalam Munas KPOTI di Bogor yang digelar sejak Minggu hingga Rabu (8-11/12/2019).



Dia melanjutkan, yang kedua bagaimana menyikapi permainan tradisional tanpa sikap tradisional. Jadi, permainan tradisional Indonesia penting dirawat demi mengembangkan kreativitas, inovasi dan prestasi bangsa Indonesia. "Kita lihat dengan permainan tradisional jarang ada pikiran yang egois itu dipelihara. Karena dalam permainan tradisional perlu ada kerja sama. Ini kan contoh sederhana bahwa permainan tradisional adalah permainan yang mengajak kita untuk hidup bersama dengan orang lain dan menikmati kebahagiaan bersama orang lain," ujarnya.

Sehingga, permainan tradisional ini menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak muda ke depan, jauh melampaui nenek moyangnya. Agar permainan tradisional tetap terlestarikan di tengah era disrupsi teknologi, pertama kegiatan-kegiatan semacam eksibisi ini perlu terus dilakukan.
"Kemudian yang kedua nanti didorong para ahli permainan tradisional yang hadir di sini membuat program-program semacam ini (eksibisi permainan dan perajin tradisional) sehingga nantinya bisa menjadi inspirasi bahkan ada di aplikasi permainan-permainan yang ada di game," katanya.

Terpenting, lanjut dia, pihaknya segera mendorong, sejumlah kementerian diantaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) agar olahraga-olahraga yang sederhana ini bisa dimainkan anak-anak sebelum acara di sekolah atau pada saat istirahat. Bahkan guru-guru olahraga harus mengenal permainan ini.

"Kalau mereka bisa mengenal tradisi ini, orang yang suka bermain pasti serius, tapi kalau ini tak kita seriusi. Maka akan jadi manusia atau pribadi yang hanya main-main saja hidupnya," ujarnya.

Terkait dengan itu, Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina mengajak seluruh kementerian terkait untuk bersama-sama bergotong royong melestarikan permainan tradisional.

"Misalnya Kemendikbud bagaimanapun akan kita dorong agar permainan tradisional ini diletakan jadi bagian dari program pembelajaran pendidikan dasar dan menengah. Kemudian dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) gimana nanti permainan tradisional yang sudah menjadi olahraga ditingkatkan dalam kompetisi-kompetisi nasional olahraga," ujarnya.

Begitupula dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bagaimana harus bisa merancang permainan tradisional ini menjadi ajar ibu. "Bagi anak-anak Indonesia ini menjadi hal yang populer. Di sini kita bergotong royong untuk mempopulerkan itu semua," jelasnya.

Nanti juga, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak kementerian lainnya, seperti Kementerian Pariwisata. Sebab alangkah indahnya jika diseluruh tempat wisata dilengkapi dengan giat-giat dari kepemudaan, anak-anak yang bermain bersama para wisatawan untuk mengenalkan Indonesia dan Pancasila nya.

"Saat ini baru tiga kementerian yakni, Kemendikbud, KPPPA dan Kemenpora kita sudah berkomunikasi dan berkoordinasi. Nantinya kami akan memperkuat dengan kebijakan yang dibuat bersama yang disesuaikan dengan tugas fungsi dari kelembagaan atau Kementerian masing-masing," katanya.

Dia menambahkan alasannya perlu kolaborasi atau bergotong royong dengan lintas kementerian, agar pemainan tradisional bisa diangkat menjadi hal yang populer.

"Populer di sini dalam arti kita buat produk atau alat permainan tradisional menjadi lebih menarik tapi juga memberikan ruang bagi semua pegiatnya untuk berekspresi dan meletakan ciri-ciri dari kedaerahan masing-masingnya," ungkapnya.

Tak hanya itu, di permainan tradisional ini juga berpeluang untuk mempererat silaturahmi, saling mengenal daerah masing-masing dengan menghias alat permainannya dilengkapi tokoh-tokoh yang disukai anak-anak.

"Sehingga permainan tradisional ini bisa menjadi hal yang populer dan teknologi juga digunakan untuk mempopulerkan itu beserta dengan cerita-cerita dan nilai-nilai yang ada di permainan itu," jelasnya.

Maka dari itu dengan kegiatan eksibisi permainan tradisional yang ada di Munas ini, pihaknya segera menindaklanjuti dengan berbagai kementerian untuk memformulasikan strateginya agar lebih implementatif.

"Secepatnya direalisasikan pada 2020 mendatang. Saat ini sedang dimulai, misalnya Kemendikbud memfasilitasi dibuatnya SKKNI (Standar Kompetensi Nasional Indonesia) permainan tradisional sehingga nantinya muncul ahli-ahli permainan tradisional yang berkiprah secara berjenjang di daerah, dengan perlombaan di tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, disertai dengan standar wasit hingga aturan permainannya. Nantinya harus ada pelatihan-pelatihan keahlian dari bawah, sehingga nantinya saat diperlombakan akan profesional sampai ke atas," katanya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak