alexametrics

Penculikan Jadi Ladang Bisnis, DPR: Abu Sayyaf Harus Dilibas Habis

loading...
Penculikan Jadi Ladang Bisnis, DPR: Abu Sayyaf Harus Dilibas Habis
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono meminta pemerintah tidak menuruti kelompok Abu Sayyaf yang meminta tebusan sekitar Rp8,3 Miliar agar tiga nelayan warga negara Indonesia (WNI) bisa bebas. Pasalnya, penculikan merupakan ladang bisnis kelompok Abu Sayyaf.

"Karena kalau kita bayar, hanya akan menumbuhkan tindakan-tindakan baru, emang kalau dibayar enggak ada lagi? Enggak, justru akan menggila-gila. Ini kan bisnis," ujar Dave kepada SINDOnews, Selasa (10/12/2019).

Dave mengakui kelompok Abu Sayyaf begitu kuat di wilayah Filipina Selatan. "Gerakan ini masih tumbuh kenapa? Karena masih ada sumber dana, sumber dana salah satunya dari penculikan-penculikan seperti ini," kata Politikus Partai Golkar ini. (Baca juga: Penculikan yang Keempat, Pemerintah Diminta Tak Kompromi dengan Abu Sayyaf)



"Jadi makanya itu kalau misalnya kita ikuti kemauan mereka dengan kita membayar uang tebusan, ya akan memperburuk situasi, jadi menurut saya harus dilibas habis," tambah Legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat VIII ini. (Baca juga: Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Pemerintah Disarankan Terjunkan Kopassus)

Adapun ketiga WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf itu adalah Maharudin Lunani (48), Muhammad Farhan (27) dan Samiun Maneu (27). Ketiga WNI itu diculik saat tengah melaut dan mencari udang di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah, 24 September lalu.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak