alexametrics

KPK Harap Presiden Jokowi Bisa Hadir dalam Peringatan Hakordia

loading...
KPK Harap Presiden Jokowi Bisa Hadir dalam Peringatan Hakordia
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Jelang peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia atau Hakordia yang diperingati setiap 9 Desember, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak segenap pemangku kepentingan hingga masyarakat umum untuk ikut ambil bagian.

Dalam acara ini juga secara khusus Ketua KPK Agus Rahardjo mengundang langsung Presiden Joko Widodo untuk bisa hadir dalam acara tersebut.

"Kami mengundang beliau (Presiden Jokowi) ya, kalau enggak salah kabarnya akan kami terima dalam waktu dekat. Jadi, kita tunggu beliau," ujar Agus dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/12/2019).



Jokowi, kata Agus sangat diharapkan kehadirannya sebab nantinya akan dipaparkan kepada Presiden petahana itu mengenai aplikasi pencegahan korupsi JAGA yang hingga saat ini perkembangannya cukup baik.

"Harapan kami ini juga bisa kami laporkan perkembangannya karena pada 2016 saya waktu itu mendampingi pak Jokowi meresmikan JAGA ini waktu dengan Pak Wiranto kalau enggak salah 2016 itu," jelasnya.

"Jadi, kami berharap beliau bisa hadir untuk melihat perkembangannya," tambahnya.

Dan nantinya, dia juga berharap kepada pimpinan baru KPK untuk terus mengembangkan platform JAGA. Karena, kata Agus, platform JAGA sudah menjadi pusat informasi layanan publik.

"Saya juga berharap dengan pimpinan yang baru ini bisa dikembangkan terus karena menjadi pusat ini kan hanya platform sebetulnya tempat orang menaruh informasi publik," tuturnya.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun KPK, rangkaian kegiatan acara peringatan Hakordia sudah dimulai sejak hari ini, Jumat (6/12/2019). Serangkaian kegiatan KPK dalam memperingati Hakordia pada tahun ini mengangkat tema 'Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju'.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak