alexametrics

Polemik Rocky, Pengamat: Capek Kalau Tiap Beda Pendapat Dilaporin

loading...
Polemik Rocky, Pengamat: Capek Kalau Tiap Beda Pendapat Dilaporin
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno berharap, pernyataan Rocky Gerung menyebut Presiden Jokowi tak paham Pancasila tak dipersoalkan. (Foto/Raka Dwi Novianto/SINDOnews)
A+ A-
JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno berharap, pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak paham Pancasila tidak perlu dipersoalkan, apalagi dilaporkan.

Sebab kata Adi, dalam tradisi akademik argumen dibalas argumen, lalu dalam tradisi debat dibalas debat, serta diskusi dibalas diskusi. Menurutnya, tidak bisa argumen dalam debat atau diskusi berujung pada pelaporan ke polisi.

"Kecuali memang unsur-unsur diskusinya itu menghina dan hoaks, saya kira itu perlu dilaporkan. Tapi selama dalam batas-batas normatif, batas-batas akademis, saya kira tidak perlu diseriusi," ujar Adi dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2019).



"Terlampau capek, dikit-dikit debat dilaporin polisi, dikit-dikit beda pendapat harus berujung pada laporan, jadi sikapi secara dingin saja," tambahnya.

Adi menganggap apa yang dikatakan Rocky hal yang lumrah. Bahkan katanya dulu, dalam tradisi berdebat omongan Rocky justru tidak ada apa-apanya ketimbang teman-teman di kelas dan di kampus.

"Ngata-ngatain enggak punya otak, ngata-ngatain memiliki budaya abad pertengahan dan seterusnya. Pokoknya yang sifatnya menghina dibiarin sama kita yang penting tidak fisik, tidak personal, tidak rasis," jelasnya.

Menurutnya, apa yang terjadi pada Rocky memberikan pelajaran bagi semua pihak bahwa berdebat harus dalam konteks ilmiah dan menyenangkan, bukan saling mencaci dan membabi buta.

"Problemnya sekarang, orang debat didasarkan pada kebencian dan ingin menjatuhkan orang lain. Siapapun itu jadi debat, bukan kalah menang, tapi mencari jalur mencari jalan hal apa yang paling rasional jalur yang paling bisa masuk akal," ungkapnya.

Namun kata Adi, argumen bisa saja dilaporkan jika dalam konteks nondiskusi. Misalnya tidak ada angin tidak ada hujan berargumen tidak benar, bahkan menjurus ke fitnah, hal itulah yang perlu dilaporkan

"Tapi kalau konteksnya berdebat tunjuk-tunjuk bahkan gebrak-gebrak tuding-menuding hal yang biasa karena diskusi tujuannya itu bukan cari kalah menang diskusi cari kebahagiaan makanya hindari kebencian itu," tuturnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak