alexametrics

Konsep Bela Negara Modern Versi Rektor UI

loading...
Konsep Bela Negara Modern Versi Rektor UI
KRKP UI menyebut satu dari 5 mahasiswa tak mau ikut program bela negara. Menanggapi hal itu, Rektor UI Ari Kuncoro menuturkan, bela negara jangan jadi beban. (Foto/Ilustrasi/SINDOphoto/Dok)
A+ A-
DEPOK - Komite Riset Kedaulatan Pertahanan Universitas Indonesia (KRKP UI) yang menyebut satu dari lima mahasiswa tidak mau ikut program bela negara. Menanggapi hal itu, Rektor UI Ari Kuncoro menuturkan, bahwa bela negara jangan dianggap beban.

Menurutnya, program bela negara harus dibuat dengan konsep fun. "Jadi jangan diambil beban. Pendekatan bisa dilakukan dengan budaya," kata Ari Kuncoro, usai dilantik, Rabu (4/12/2019) siang.

Diketahui KRKP UI telah merilis laporan awal tentang bela negara di mata generasi muda gen Y dan Z Indonesia. Berdasarkan hasil riset awal terhadap 361 responden dari tiga kampus di sekitar Depok, yakni Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, dan Universitas Gunadarma, satu dari lima mahasiswa tidak mau ikut program bela negara.



"Mindsetnya saja mungkin harus diluruskan bahwa bela negara bukan sesuatu yang menegangkan," paparnya.

Ke depan disarankan, pemberian program bela negara ini bisa melalui media film yang menceritakan soal bela negara contohnya film Korea yang kini digemari oleh banyak kaum muda yang ada kisah seorang pemuda ikut program wajib militer.

"Kalau mereka (mahasiswa) melihat hal yang menyenangkan bisa melalui film-film (menceritakan bela negara), seperti film Korea tentang film bela negara yang dibintangi Lee Min Ho, dia menjadi wajib militer. Nah di situ diceritakan bagaimana kelucuan-kelucuan. Nah, kalau pendekatan seperti itu (dengan) budaya ini enak juga nih bela negara," ucap Ari Kuncoro.

Ari mencontohkan, jika bela negara dimaknai sebagai pelatihan seperti push up, lari dan lainya akan menjadi beban. Menurutnya, program bela negara ini harus dibuat untuk menciptakan kemajuan pribadi dan membela negara sebagai perbaikan karakter.

"Program bela negara harus melalui budaya dan menyenangkan kepada mahasiswa," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak