alexametrics

Kata Jimly Ashiddiqie Soal Heboh Polemik Ucapan Agnes Monica

loading...
Kata Jimly Ashiddiqie Soal Heboh Polemik Ucapan Agnes Monica
Cendekiawan muslim, Jimly Asshiddiqie menilai pernyataan Agnes Monica tidak perlu ditanggapi secara negatif. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pernyataan Agnes Monica dalam sebuah wawancara yang mengaku dirinya tidak berdarah Indonesia menjadi perbincangan publik.

Berbagai kalangan mengomentari tentang ucapan artis yang juga berkarier di Amerika Serikat itu. Salah satunya cendekiawan muslim, Jimly Asshiddiqie melalui akun Twitternya, @JimlyAS.

"Kenapa ya, semua hal mesti ditanggapi dari sudut negatif. Misalnya soal statemen Agnes Monika. Kenapa mesti diperbesar masalahnya, padahal omongannya baik-baik saja kalau dipahami secara datar dalam konteks wawancara di negara lain. Kebencian dan dengki berbasis SARA memang bikin susah," tulis mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang kini menjabat anggota Dewan Perwakilan Daerah itu, Rabu 27 November 2019.



Sebelumnya, Agnes Monica atau sekarang lebih dikenal dengan nama Agnez Mo itu menjadi perbincangan di dunia maya setelah dalam sebuah wawancara mengklaim tak punya darah Indonesia.

Dalam wawancara dengan Build Series by Yahoo itu, artis yang dulu dikenal sebagai Agnes Monica itu mengatakan, dirinya tidak seperti yang selama ini dipikirkan banyak orang. Saat ini, Agnez dikenal sedang berusaha meniti karier menyanyi di Amerika Serikat. (Baca juga: Agnezmo Mengklaim Tak Punya Darah Indonesi di Tubuhnya)

Dalam wawancara tersebut, host menanyakan tentang keberagaman di Indonesia. Agnez kemudian menjawab kalau keberagaman itu memang ada. Namun, dia juga menuturkan dirinya tidak memiliki darah Indonesia seperti yang selama ini orang-orang pikirkan.

"Sebenarnya, aku tidak punya darah Indonesia, atau apalah itu. Aku berdarah Jerman, Jepang, China, dan aku hanya lahir di Indonesia," jawab Agnez seperti dilansir dari Okezone.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak