alexametrics

Cerita Megawati Soal Perintah Gus Dur untuk BMKG dan Gempa Bengkulu

loading...
Cerita Megawati Soal Perintah Gus Dur untuk BMKG dan Gempa Bengkulu
Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri mendapat penghargaan sebagai 'Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk Kemanusiaan dan Lingkungan'. SINDOnews/Raka
A+ A-
JAKARTA - Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri mendapat penghargaan sebagai 'Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk Kemanusiaan dan Lingkungan'.

Megawati mengaku tak menyangka dirinya akan mendapatkan anugerah itu. Dan baginya, itu tak mungkin terjadi bila dahulu dirinya tak ditugaskan oleh Gus Dur saat dirinya menjadi wakil presiden.

"Saya agak bernostalgia. Tadi dikatakan memang keputusannya dibuat saya sebagai presiden. Namun penugasannya ketika saya menjadi wapres. Jadi penugasan oleh Presiden Gus Dur," ujar Megawati dalam sambutannya di Gedung BMKG di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).



Diingatnya, saat itu Indonesia mengalami keprihatinan mendalam akibat resesi dunia 1997. Saat itu, Negara betul-betul tidak memiliki uang. Dan harus mengurusi ratusan perusahaan kolaps dan macet lewat BPPN.

Megawati mengaku dirinya tak terlalu suka mendapat penugasan yang begitu berat oleh Gus Dur. Selain soal menangani bencana, dirinya juga harus menangani berbagai konflik horizontal yang terjadi. Untungnya, dalam menghadapi tugas berat itu, ada sosok Bambang Kesowo di Kementerian Sekretariat Negara. (Baca: Megawati Dianugerahi Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi BMKG).

Dari Bambang lah Megawati diajak memasuki dunia tersebut, hingga mengetahui bahwa BMKG saat itu hanyalah sub bidang di dalam struktur Departemen Perhubungan.

Megawati pun langsung menyadari, menangani berbagai bencana takkan mungkin mantap bila struktur itu dipertahankan dan dirinya langsung menghadap ke Gus Dur untuk menyampaikan hal itu. "Saya bilang. Kalau berdua saya omongnya akrab. 'Mas, saya tak terima tugas ini kalau tak bisa diubah (struktur) ini," jelasnya.

Kepada Gus Dur, Megawati mengatakan badan yang baru harus dibangun dan harus berada langsung di bawah presiden ketika melaksanakan tugasnya. Dan Gus Dur langsung menyetujui semua yang disampaikan Megawati. "Itulah awal mulanya saya membangun BMKG," jelasnya.

Megawati juga mengingat momen ketika dirinya ikut turun ke lapangan. Saat itu di Bengkulu, dirinya diminta kembali karena gempa kemungkinan akan terjadi.

Mengetahui itu, Megawati sebagai wakil presiden justru menolaknya. "Saya bilang tak boleh. Jadi saya ikut membantu mengeluarkan orang keluar rumah sakit. Ternyata gempanya betul. Saya waktu itu bawa orang transfusi, saya sama dia seperti dansa karena bergoyang-goyang," kata Megawati sambil menirukan tubuh yang bergoyang akibat gempa.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak