alexametrics

Tangkal Radikalisme, BNPT: Menag Akan Terjunkan 260 Ribu Penceramah

loading...
Tangkal Radikalisme, BNPT: Menag Akan Terjunkan 260 Ribu Penceramah
Kepala BNPT Suhardi Alius. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menyebut bahwa Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akan menerjunkan 260 ribu penceramah untuk menangkal radikalisme.

Hal ini disampaikan oleh Menag saat rapat koordinasi penanggulangan terorisme yang dipimpin oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu. Tak hanya Menag, kementerian lain juga akan melakukan tindakan terkait terorisme.

“Pak Menteri Agama mengatakan pada saat bertemu wapres itu kita punya 260 ribu penceramah dan akan kita aktifkan itu. Kita akan tentukan dimana saja titik-titik prioritas, mudah mudahan ini adalah hal yang sangat baik,” kata Suhardi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).



Kemudian, lanjut Suhardi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Dikti) juga akan memanfaatkan teknologi dan informasi yang sudah luar bisa mempengaruhi kehidupan. Kemendikbud Dikti akan mencari pola pendidikan yang pas dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Satu bagaimana kurikulumnya, bagaimana pendidikan karakternya bisa kita bangun. Mungkin kita potret lagi bahan bahan ajarannya dan itu akan kita komunikasikan, sehingga masyarakat betul-betul siap menghadapi dinamika perkembangan zaman tanpa harus tertutup,” terangnya.

“Kenapa? Dunia sudah terbuka, dunia dalam genggaman, kita sudah tersambung dengan separuh penduduk dunia ini yang perlu ini kan kaitannya dengan kementerian dan lembaga,” imbuh Suhardi.

Selain itu, Suhardi melanjutkan, Mendagri juga sudah membuat perintah untuk jajaran institusinya sampai ke tingkat RT/RW bahwa mereka semua punya kewajiban perihal terorisme ini, bukan sekedar awarness atau kesadaran saja.

“Artinya, mereka (aparat pemerintahan desa) juga punya tindak kewajiban jangan cuma nggak punya awarnes, wajib melaporkan ketika ada hal yang tidak lazim atau membahayakan. Itu harus cepat dikomunikasikan dengan aparat. Itu bagian daripada kita punya imunitas, megaktifkan lagi agar program BNPT sampai ke semua, kan kita kadang terbatas,” tandasnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak