alexametrics

Soal Bom Medan, BNPT Dalami Modus Pergerakan Terorisme

loading...
Soal Bom Medan, BNPT Dalami Modus Pergerakan Terorisme
Kepala BNPT Suhardi Alius. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus mendalami modus-modus pergerakan sel terorisme. Khususnya, setelah insiden ledakan bom di Medan, Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu.

“Jadi sekarang ini kita masih bekerjasama terus sama Densus 88. Kan sudah 70 lebih kan diambil, jadi sekarang dari satu sel itu mereka sekarang tentunya akan hati-hati bergerak. Mereka bergerak kelompok-kelompok dan dia tidak bunyiin, dan kalau bunyi pasti akan segera diambil oleh kelompok dan bertemu baru mereka mendiskusikan hal semacam itu,” kata Kepala BNPT Suhardi Alius di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Suhardi menuturkan, itu merupakan contoh modus-modus baru yang harus diwaspadai. Dan pihaknya terus memonitor sel-sel itu serta modus-modus yang terus berubah. Itu semua akan terus diwaspadai.



“Tapi yang paling penting adalah mindset itu masih ada harus kita waspadai, ini perlu serta masyarakat semuanya,” ujar Suhardi.

Selain itu, Suhardi merasa bersyukur karena dirinya bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sudah dipanggil oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin. Sehingga, lintas kementerian/lembaga (K/L) akan terus bergerak aktif dan BNPT nanti akan bergerak sebagai koordinator.

“Nanti kita akan bertindak sebagai koordinator lagi. Ini harapan kita sebetulnya BNPT semua kementrian aktif,” imbuh Suhardi.

Terlebih, dia menambahkan, Mendagri juga sudah membuat perintah untuk jajaran institusinya sampai ke tingkat RT/RW bahwa mereka semua punya kewajiban perihal terorisme ini, bukan sekedar awarness atau kesadaran saja.

“Artinya, mereka (aparat pemerintahan desa) juga punya tindak kewajiban jangan cuma nggak punya awarnes, wajib melaporkan ketika ada hal yang tidak lazim atau membahayakan. Itu harus cepat dikomunikasikan dengan aparat. Itu bagian daripada kita punya imunitas, megaktifkan lagi agar program BNPT sampai ke semua, kan kita kadang terbatas,” ujarnya.

Selain itu, Suhardi menambahkan, ada dua tindakan yang dilakukan oleh BNPT. Pertama, BNPT bergerak di bidang pencegahan yang ditindakannya dibantu oleh Densus 88 bersama Deputi II BNPT. Lalu, BNPT memonitor dan itu dilakukan oleh bidang pencegahan agar bagaimana masyarakat memiliki resilience atau imunitas terhadap terorisme.

“Kan sudah sekian lama ini kita diamkan. Contohnya pasca reformasi pendidikan karakter bangsa sudah mulai hilang semuanya. Padahal kita punya sejarah kelam dengan DI TII, Kahar Muzakar dan sebagainya, dan sebagainya, itu kan sleeping cell l. Nah inilah hasilnya kita ke balikan lagi butuh waktu memang, tapu kita harus tepat untuk ini. Yang paling penting adalah bagaimana K/L itu bisa sama-sama,” terangnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak