alexametrics

Menhan Prabowo Batal Hadiri Seminar di Sesko TNI Bandung

loading...
Menhan Prabowo Batal Hadiri Seminar di Sesko TNI Bandung
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbincang dengan pejabat Keamanan Siber Inggris di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis 7 November 2019. Foto/Instagram Kemhan
A+ A-
BANDUNG - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto batal hadir sebagai pembicara dalam seminar Pasis Pendidikan Reguler (Dikreg) XLVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2019 di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Jalan Martanegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/11/2019).

Meski Prabowo Subianto tak hadir di seminar bertema bertema Kita Optimalkan Sumber Daya Manusia dalam Rangka Membangun Sistem Pertahanan Semesta itu, acara tetap berlangsung.

Adapun pembicara pada acara itu, yakni Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsyah Suryadi dan Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastanto.



Sementara itu, Dosen Unhan Letjen TNI (Purn) Yoedhi Swastanto mengatakan, Menhan Prabowo Subianto memberi atensi khusus terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang pertahanan.

Karena itu, satu hari setelah resmi menjabat Menhan, Prabowo langsung berkunjung ke Unhan sebagai kunjungan kerja perdana sebagai menteri. "Ini menunjukkan Menhan memberikan atensi terhadap sumber daya manusia (bidang pertahanan)," kata Yoedhi. (Baca juga: Jadi Menhan, Prabowo Dinilai Piawai Baca Peta Politik Parlemen)

Dalam kunjungan kerja perdana Menhan, Yoedhi mengaku mendampingi Prabowo. Saat itu, Prabowo menyampaikan telah sejak lama menginginkan sekolah atau perguruan tinggi khusus pertahanan atau militer. Kualitas SDM dalam strategi pertanahan nasional dikatakan Prabowo merupakan salah satu unsur penting.

"Keinginan Prabowo itupun diwujudkan dengan pendirian Unhan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)," ujar Yoedhi.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak