alexametrics

Demokrat: Tak Bijak Membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno

loading...
Demokrat: Tak Bijak Membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno
Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto menilai tidak bijak membandingkan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dengan Soekarno. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto menilai tidak bijak membandingkan perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dengan Soekarno. Maka itu, Didik mengkritik pernyataan Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya, Presiden RI Pertama Soekarno.

"Tidak bisa aple to aple antara keduanya, disparitasnya amat sangat jomplang. Seribu, sejuta hingga berapapun jumlahnya orang seperti Soekarno tidak akan mungkin bisa menyamai Rasulullah Muhammad SAW," ujar Didik Mukrianto kepada SINDOnews, Senin (18/11/2019).

Legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur IX ini turut menyayangkan dan prihatin atas perbandingan yang dibuat oleh Sukmawati. Karena, kata dia, bagaimanapun juga Sukmawati putri Presiden Pertama RI, yang seharusnya menyadari tutur kata dan tindakan akan menjadi perhatian masyarakat. "Apalagi menyangkut kepada hal-hal yang sensitif, khususnya dalam hal yang menyangkut keagamaan," katanya.



Lebih lanjut dia mengatakan, konsekuensi dari negara demokrasi seperti Indonesia, setiap tutur kata, tindakan dan sikap para elite, tidak akan bisa lepas dari perhatian publik. Dia menambahkan, kehidupan bermasyarakat bangsa ini sudah sedemikian transparan, sehingga masyarakat dengan mudahnya mengikuti dan bahkan mengawasi perilaku para elitenya.

"Perbedaan pendapat dan pandangan termasuk menyikapi pandangan Sukmawati saat ini, menjadi sebuah konsekuensi logis dari sebuah demokrasi," katanya.

Dia menuturkan, jika Sukmawati berbicara atas nama kebebasan berpendapat, rakyat juga punya ruang berpendapat yang sama. "Kalau substansinya dianggap berbeda, dan diduga ada unsur pelanggaran hukumnya, maka sudah tepat apabila kebenarannya diserahkan melalui proses hukum," katanya.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak