alexametrics

PPP Nilai Sukmawati Soekarnoputri Keseleo Lidah

loading...
PPP Nilai Sukmawati Soekarnoputri Keseleo Lidah
Plt Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa menilai putri Presiden pertama RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri keseleo lidah dan tak berniat menistakan agama. Foto/SINDOnews.dok
A+ A-
JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa menilai putri Presiden pertama RI Soekarno, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri keseleo lidah.

Dia yakin, Sukmawati Soekarnoputri tidak berniat menistakan agama sebagaimana tuduhan Koordinator Bela Islam (Korlabi). (Baca juga: Diduga Nistakan Agama, Sukmawati Soekarnoputri Dipolisikan)

"Saya kira itu kan mungkin beliau (Sukmawati) sudah mengklarifikasi bahwa tidak begitu maksudnya, mungkin dalam skala yang berbeda lah maksudnya beliau itu, seakan-akan seperti itu," ujar Suharso usai acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus doa Bersama Mengenang 100 Wafatnya Almaghfirullah KH Maemoen Zubair dan tasyakuran atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada KH Masykur di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro 60, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2019).



Suharso pun mengakui bahwa Nabi Muhammad tidak bisa disamakan dengan Soekarno. "Tetapi saya kira bukan begitu maksud Bu Sukma untuk menyamakan identik sama sebab, tidak saya kira," ujar menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini.

Dia berpendapat, Sukmawati bermaksud mengatakan bahwa Soekarno memiliki gagasan-gagasan besar yang mengikuti jejak Rasulullah. (Baca juga: Tifatul Minta Sukmawati Belajar Islam Lebih Dalam)

"Mungkin beliau slip of the tongue (Keseleo lidah) di situ mungkin, mungkin mengatakan bahwa Bung Karno itu mengikuti cara Rasulullah," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Koordinator Bela Islam (Korlabi) melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya. Korlabi menilai Sukmawati menistakan agama karena membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW.
(shf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak