alexametrics

IPW Curiga Aksi Teroris di Medan untuk Permalukan Kapolri

loading...
IPW Curiga Aksi Teroris di Medan untuk Permalukan Kapolri
Aksi bom bunuh diri mengguncang Polrestabes Medan di Jalan HM Said Nomor 1, Sidorame Barat, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Rabu 13 November 2019 pagi. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, teror bom di Mapolrestabes Medan menunjukkan sel-sel terorisme masih hidup subur di Indonesia meski Densus 88 terus melakukan penangkapan dan pembersihan sarang terorisme.

Para teroris dikatakan Neta tetap mencari celah melakukan serangan."Serangan bom di Polresta Medan bisa dinilai sebagai upaya kalangan teroris mempermalukan Kapolri idam Azis yang baru dilantik sebagai Kapolri mengingat Idham tokoh penting dalam Densus 88," ujar Neta kepada SINDOnews, Kamis (14/11/2019). (Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Menyamar Jadi Pemohon SKCK)

Menurut dia, kasus teror tersebut sekaligus menunjukkan Polri dalam sistem deteksi dininya masih lemah, baik dari jajaran Densus 88 maupun dari intelijen kepolisian dan Bareskrim.



Padahal, lanjut Neta, selama ini jajaran kepolisian selalu mengatakan sasaran terorisme saat ini sudah meluas dan polisi dijadikan sasaran utamanya, tapi kenapa polri lengah dan masih kebobolan.

"Melihat pola serangan di medan, tidak ada kata lain Polri tak boleh lengah untuk terus menerus meningkatkan deteksi dininya," tuturnya.

Apalagi, kata dia, selama ini Polri sangat agresif memburu para teroris dan para teroris menganggap jajaran polri penghambat utama dari gerakan perjuangan mereka. Jika polri lengah, wajar kalangan teroris bermanuver mencari celah dengan modus modus baru.

Selain itu, tambahnya, penggunaan ojek online merupakan modus baru dalam sistem serangan terorisme di Indonesia. Polri juga harus mencermatinya serius, apakah korban itu benar-benar pelaku bom bunuh diri dalam serangan di Polrestabes Medan ataukah dia merupakan korban yang diperalat jaringan terorisme.

"Dalam artian, jaringan terorisme menyewa ojek online untuk membawa penumpang dan barang (bom-red) ke Polrestabes Medan dan begitu tiba di lokasi, bom yang dibawa diledakkan dengan sistem remote control dari jarak jauh. Fenomena ini patut dicermati Polri," katanya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak