alexametrics

Jaring Calon Kepala Daerah, Golkar Libatkan 10 Lembaga Survei

loading...
Jaring Calon Kepala Daerah, Golkar Libatkan 10 Lembaga Survei
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus. Foto/SINDOnews/Rico Afrido Simanjuntak
A+ A-
JAKARTA - Partai Golkar akan melibatkan lembaga survei dalam menjaring calon kepala daerah di Pilkada serentak 2020.

Adapun 10 lembaga survei yang bakal digunakan adalah Pusdehan Suryabaya, Indikator Politik, SMRC, Charta Politika, LSI, Indo Barometer, Polmark, Sinergi Data Indonesia, Poltracking, dan LSI Denny JA.

Lembaga survei itu akan membantu pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar dalam melakukan penjaringan.



"Tadi juga disampaikan tentang lembaga survei yang kita rekomendasikan untuk digunakan para Ketua DPD Golkar menjaring calon kepala dan wakil kepala daerah," ujar Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus usai rapat pleno DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/11/2019).

Dia mengatakan, kader internal Partai Golkar akan diutamakan untuk mengikuti Pilkada serentak 2020 dengan melihat popularitas, elektabilitas dan kemampuan logistik. (Baca juga: DPP Partai Golkar Gelar Rapat Pleno Tertutup Bahas 3 Hal Penting)

Lodewijk menambahkan, untuk melihat hasil elektabilitas dan popularitas, akan dikonfirmasi dengan survei yang dilakukan 10 lembaga survei.

"Dengan demikian yang kita harapkan pada Pilkada serentak 2020, nanti kita mendapatkan kader-kader terbaik dan kita yakin mereka bisa bertarung pada Pilkada serentak tahun 2020," tutur anggota Komisi I DPR RI ini.

Dia menuturkan, Partai Golkar menargetkan menang sebanyak-banyaknya dalam Pilkada serentak 2020 yang berlangsung di sembilan provinsi dan 261 kabupaten/kota itu. Dia berpendapat, kemenangan dalam Pilkada serentak 2020 bakal sangat menentukan dalam kontestasi pada Pemilu 2024.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak