alexametrics

Di Hadapan Komisi I DPR, Menlu Beberkan Soal Diplomasi Ekonomi

loading...
Di Hadapan Komisi I DPR, Menlu Beberkan Soal Diplomasi Ekonomi
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi memaparkan sejumlah prioritas kerja untuk tahun 2019-2024 dalam Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi I DPR. Salah satu yang menjadi prioritas mengenai diplomasi ekonomi.

“Hal yang akan kami presentasikan, yakni pertama, prioritas luar negeri Indonesia beserta anggaran dan kedua isu-isu aktual,” kata Retno dalam paparannya di Ruang Rapat Komiso I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Retno memaparkan, pasar dalam negeri yang besar menjadi daya tawar yang besar dalam melakukan diplomasi domestik dan besarnya pasar domestik Indonesia itu akan memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara lain.



“Besarnya pasar domestik akan memperkuat kerja sama kita yang bertujuan win-win,” ujarnya.

Retno juga menguraikan upaya yang akan dilakukan Menlu mengenai diplomasi ekonomi, yakni, penguatan pasar domestik, penguatan pasar tradisional dan pasar non tradisional, penguatan perundingan perdagangan dan investasi, promosi perdagangan dan investasi terpadu, menjaga kepentingan strategis ekonomi Indonesia dan mendorong ekonomi 4.0.

Terlebih, lanjut dia, Indonesia telah menembus pasar Afrika, melalui penyelenggaraan Forum Indonesia-Afrika (IAF) 2018 dan Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika (IAID) 2019.

Berdasarkan hal tersebut BUMN dan swasta Indonesia akan terus melanjutkan kerja sama dengan Afrika, terutama di bidang perdagangan barang dan jasa, serta investasi, termasuk pembangunan infrastruktur dan konstruksi di kawasan tersebut.

“Hasil positif kedekatan kita dengan Afrika melalui afrika forum akan dilanjutkan. Penguatan perundingan perdagangan dan investasi,” paparnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak