alexametrics

Manuver Nasdem Bikin Sulit, Sindiran Jokowi ke Surya Paloh Dinilai Wajar

loading...
Manuver Nasdem Bikin Sulit, Sindiran Jokowi ke Surya Paloh Dinilai Wajar
etua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan sambutan saat pembukaan Kongres II Partai Nasdem di JIExpo, Jakarta, Jumat 8 November 2019 malam. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai sosok yang jarang menyindir pimpinan partai politik. Namun Jokowi nyatanya menyindir Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh yang berangkulan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Sohibul Iman beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron menilai, manuver politik Paloh dan Nasdem tidak berguna bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang baru berjalan sekira tiga bulan ini. Alhasil, kata dia, wajar jika Jokowi kecewa berat dengan manuver tersebut.

"Sama seperti publik yang kecewa, Pak Jokowi juga wajar bila kecewa dengan manuver Nasdem ini. Sebab seharusnya Nasdem bukan bikin ricuh, tapi membangun situasi kondusif agar pemerintahan fokus bekerja mewujudkan janji kampanye di pilpres lalu," tutur Sukron, Senin (11/11/2019). (Baca juga: Jokowi Sindir Surya Paloh Berangkulan dengan Presiden PKS)



Menurut dia, publik bisa melihat dengan jelas bagaimana seorang Surya Paloh membawa Nasdem untuk berusaha "menyakiti hati" Presiden Jokowi. Bukannya mendukung langkah Jokowi merangkul Prabowo, Nasdem tampaknya melawan dengan langkah politik merangkul Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Lucunya, bila dipikir, buat apa merangkul PKS, sementara Prabowo dan Gerindra sudah di dalam pemerintahan? Kenapa Surya Paloh tak merangkul, misalnya, Partai Demokrat yang lebih besar? Lagipula dengan jumlah koalisi plus Gerindra saat ini, PKS tak dibutuhkan," urainya.

Di samping itu, kata Sukron, lebih menyakiti sebenarnya adalah bagaimana Surya Paloh memperlakukan Anies Baswedan seakan sebagai figur baru partainya.

Menurut Sukron, walau setengah hati mendukung Basuki Tjahaja Purnama di Pilgub Jakarta lalu, namun publik masih mengingat bagaimana Surya Paloh "mengeluk-elukan" Ahok di saat jayanya memimpin Jakarta. Termasuk ketika bertarung melawan Anies di pilkada.

Namun kini, kata dia, tiba-tiba Nasdem mengelu-elukan Anies. Menurut Sukron, publik akan dengan mudah melihat sosok Surya Paloh dan Nasdem yang melakukan segala sesuatunya sesuai kepentingan diri sendiri.

"Ibarat kata pepatah, habis manis sepah dibuang. Kalau Ahok sudah tak guna, Jokowi sudah tak guna, ya dibuang dan ditinggalkan," kata Sukron.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak