alexametrics

Cegah Karhutala, Warga yang Buka Lahan Tanpa Bakar Diberi Insentif

loading...
Cegah Karhutala, Warga yang Buka Lahan Tanpa Bakar Diberi Insentif
Salah satu cara untuk mencegah karhutala yakni dengan memberikan insentif untuk masyarakat yang membuka lahan tanpa membakar. Foto/dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar penanganan karhutla terus ditekankan pada pencegahan. Salah satu caranya yakni dengan memberikan insentif untuk masyarakat yang membuka lahan tanpa membakar.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi IV Hasan Aminudin seusai memimpin kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPR RI ke lokasi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada (8/11) lalu. Turut dalam kunker tersebut, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK MR Karliansyah.

Komisi IV DPR RI, kata dia, mengapresiasi kerja yang sudah dilakukan oleh para Manggala Agni dalam melakukan kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla, serta komitmen KLHK dalam upaya penegakan hukum.



“Ke depan, Komisi IV DPR RI meminta agar penanganan karhutla terus ditekankan pada pencegahan dengan memberikan insentif untuk masyarakat yang membuka lahan tanpa membakar,” kata Hasan dalam rilisnya di Jakarta kemarin.

Hal itu dikemukakan Hasan setelah mendengarkan penjelasan petugas yang tergabung dalam Satgas Karhutla, yang mengatakan bahwa salah satu penyebab karhutla karena adanya kebiasaan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Kendala lain dalam penanganan karhutla yakni banyak lokasi karhutla yang sulit dicapai, peralatan pemadaman yang terbatas, serta jumlah SDM yang kurang memadai dibandingkan dengan luas wilayah yang terbakar.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI lainnya, Dedi Mulyadi, akan mendorong pemerintah membentuk relawan pencegah api agar kejadian karhutla dapat diminimalisasi. Hal itu dikatakannya dalam kunker ke areal bekas karhutla di Desa Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (7/11) lalu.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak