alexametrics

Bukan Sekadar Gelar Pahlawan, Sejarah Juga Perlu Diluruskan

loading...
Bukan Sekadar Gelar Pahlawan, Sejarah Juga Perlu Diluruskan
Enam tokoh Indonesia resmi memperoleh gelar pahlawan nasional jelang peringatan hari Pahlawan 10 November di Istana Negara, Jumat (8/11/2019). SINDOnews/Eko Purwanto
A+ A-
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih mendukung pemberian gelar pahlawan terhadap 6 tokoh bangsa dari berbagai daerah itu. Selain mengucapkan selamat kepada keluarga para tokoh, dia juga meminta agar pemerintah juga meluruskan sejarah dalam berbagai buku pelajaran dan museum-museum sejarah terkait tokoh-tokoh pahlawan baru.

“Selamat buat keluarga para pejuang. Atas pemberian gelar kehormatan sebagai Pahlawan Nasional,” kata Fikri saat dihubungi Koran SINDO di Jakarta, Jumat (8/11) malam.

Politikus PKS ini juga mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memutuskan untuk memberikan gelar pahlawan terhadap 6 tokoh bangsa ini. Dia berharap bahwa bangsa Indonesia bisa menghormati jasa para pahlawan.



“Apresiasi juga pada pak Presiden. Semoga kita termasuk bangsa yang menghormati dan menghargai pahlawannya,” harapnya. (Baca juga: Enam Tokoh Bangsa Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional)

Selain itu, Fikri meminta kepada pemerintah bahwa tidak hanya pemberian gelar, tapi perlu juga melakukan pelurusan-pelurusan terhadap sejarah yang ada selama ini. Sehingga, para pahlawan ini ditulis dalam sejarah perjuangan bangsa ini agar generasi ke depan bisa meneladani dan meneruskan perjuangan mereka.

“Museum sejarah kita banyak yang tidak menyebut mereka. Buku-buku yang ada juga sangat minim menejelaskan kontribusi para pahlawan ini dalam pembentukan dan atau pertahankan bangsa dan negara kita, Indonesia,” pinta Fikri.
(wib,pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak