alexametrics

Nusron Wahid: Jokowi Demokratis, Tak Mungkin Ada Restu-restuan

loading...
Nusron Wahid: Jokowi Demokratis, Tak Mungkin Ada Restu-restuan
Koordinator Bidang Pemilu DPP Partai Golkar, Nusron Wahid. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pujian Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat acara Hari Ulang Tahun ke-55 Partai Golkar belum lama ini dinilai wajar.

Apalagi Airlangga merupakan salah satu menterinya. "Hal wajar jika Presiden Jokowi memuji Pak Airlangga. Apalagi yang bersangkutan menteri pilihan beliau. Masak Pak Jokowi mengatakan menterinya jelek, kan tidak mungkin. Jadi, pujian itu wajar dan hal yang biasa. Malah sesuatu keharusan. Lucu kalau Pak Jokowi tidak memuji pilihannya," tutur Koordinator Bidang Pemilu DPP Partai Golkar, Nusron Wahid, Jumat (8/11/2019). (Baca juga: Hadiri HUT ke-55 Golkar, Jokowi Puji Prestasi Airlangga)

Menurut dia, Jokowi merupakan figur yang sangat demokratis. Sebagai sosok yang sangat demokratis. Oleh karena itu, kata dia, pujian Jokowi jangan diartikan terkait dengan merestui Airlangga terkait pemilihan ketua umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar mendatang.



"Memuji menteri bukan berarti merestui dan ikut-ikutan dalam Munas atau agenda internal partai. Pak Jokowi pasti mengharapkan agar pelaksanaan Munas berjalan dengan demokratis, ‘fair play’ dan tidak gaduh, serta menghargai berbagai pendapat yang ada," tutur Nusron. (Baca juga:

Dia juga yakin tidak ada Presiden memberikan restu merestui kepada satu atau dua orang kandidat, termasuk kepada Pak Airlangga.

"Sebab beliau Presiden yang sangat demokratis dan menghargai proses demokrasi. Pasti beliau menghargai hak dan pilihan DPD I dan DPD II Golkar," katanya
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak