alexametrics

Pahlawan Nasional

AA Maramis, Perumus Pancasila yang Pernah Jadi Dubes di Empat Negara

loading...
AA Maramis, Perumus Pancasila yang Pernah Jadi Dubes di Empat Negara
Pahlawan Nasional, Alexander Andries Maramis. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh yang dianggap telah berjasa kepada negara. Salah satu tokoh yang mendapatkan gelar tersebut adalah Alexander Andries Maramis atau biasa dikenal AA Maramis.

AA Maramis adalah tokoh sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia lahir di Manado pada 20 Juni 1897 dan wafat di Jakarta pada 1 Juli 1977 pada umur 80 tahun. (Baca juga:Enam Tokoh Bangsa Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional)

Maramis pernah menjabat anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) yang dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. Dalam badan ini, Maramis termasuk dalam Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta.



Pada tahun 1976 bersama Mohammad Hatta, AG Pringgodigdo, Sunario Sastrowardoyo, dan Soebardjo, Maramis termasuk dalam "Panitia Lima" yang ditugaskan Presiden Suharto untuk mendokumentasikan perumusan Pancasila.

Dia juga pernah diangkat sebagai Menteri Keuangan dalam kabinet Indonesia pertama pada 26 September 1945. Saat itu Maramis menggantikan Samsi Sastrawidagda.

Maramis menjabat sebagai Menteri Keuangan beberapa kali lagi, secara berurutan dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I pada tanggal 3 Juli 1947, Kabinet Amir Sjarifuddin II pada tanggal 12 November 1947, dan Kabinet Hatta I pada tanggal 29 Januari 1948.

Sebagai Menteri Keuangan, Maramis memiliki peran penting dalam pengembangan dan pencetakan uang kertas Indonesia pertama atau Oeang Republik Indonesia (ORI).

Saat Agresi Militer Belanda II, para pejabat negara kala itu ditangkap dan diasingkan. Hatta memerintahkan Sjafruddin Prawiranegara untuk membuat pemerintahan baru dan menunjuk Maramis sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu).

Di antara tahun 1950 dan 1960, Maramis mewakili Indonesia sebagai Duta Besar untuk empat negara, yakni Filipina, Jerman Barat, Uni Soviet, dan Finlandia.

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai duta besar, Maramis dan keluarganya menetap di Swiss. Dia sedang menetap di Lugano pada saat sebelum dia kembali ke Indonesia pada tahun 1976.

Maramis wafat pada 31 Juli 1977 di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak